>

Hambatan Pembangunan Proyek Pembangkit Listrik

|

Dani Jumadil Akhir - Okezone

Ilustrasi (Foto: Okezone)

Hambatan Pembangunan Proyek Pembangkit Listrik
JAKARTA - PT PLN (Persero) menyatakan keterlambatan proyek-proyek pembangkit listrik yang masuk dalam proyek program percepatan tahap satu (Fast Track Program/FTP I) disebabkan karena proses perizinan yang tidak mempunyai standar yang baku. Selain itu juga kendala pembiayaan dan pembebasan lahan.

"Ini menjadi penyebab terlambatnya program percepatan tersebut. Koordinasi antara kontraktor asing dan subkontraktor swasta tidak sesuai harapan PLN," ungkap Direktur Konstruksi PLN Nasri Sebayang di Kantor PLN Pusat, Jakarta, Selasa (12/2/2013)

Dirinya mengakui, program percepatan tahap satu banyak mengalami kendala.  Hal ini seperti keterlambatan status pendanaan baik dari PLN, APBN dan APLN sindikasi perbankan sehingga pembukaan L/C dan proses pembayaran terhambat. Selain itu, kendala pembebasan lahan untuk pembangkit dan transmisi.

Nasri mengatakan PLN terlalu optimis dalam konstruksi pembangkit listrik skala besar 300-600 mw yang pada umumnya dibangun 40-50 bulan tetapi PLN meminta 30-36 bulan dalam kontrak percepatan dapat diselesaikan.

Namun, kenyataannya skala besar itu dapat dibangun 40-50 bulan. PLN terlalu optimis sehingga menjadi pelajaran kita," tegas dia.

Nasri menambahkan, banyaknya peralatan pembangkit yang diproduksi di China berbeda dengan standarisasi PLN sehingga peralatan yang dibuat di China berbeda dengan standarisasi internasional yang selama ini digunakan PLN. Hal ini membutuhkan waktu persetujuan peralatan untuk melakukan standar.

(gnm)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Tarif Angkutan Naik, Masyarakat Beralih ke Motor