Saya Adi, aku ingin mencurahkan hatiku di sini, mungkin terbaca oleh semua pembaca media online dan bisa terbantu dengan permasalahan saya untuk menyiapkan pernikahan langsung pada Maret 2013. Saya bekerja sebagai staf kantor, dengan upah yang disediakan oleh perusahaan sebesar Rp850 ribu.
Memang kecil gaji yang saya terima, saya berusaha menabung untuk pernikahan di Maret nanti. Kedua orangtua kami sudah setuju bila kami menikah pada bulan itu. Saya bingung untuk menyiapkan dana pernikahan nanti, saya belum ada dana yang sesuai dengan rencana di bulan tersebut. Waktunya sangat terbatas, jujur tabungan saya di Januari 2013 di bank hanya ada Rp1,4 juta sekarang.
Untuk menyisihkan uang gaji, saya berusaha untuk menabung sebesar Rp500 ribu, bila saya di Februari nanti mendapatkan gaji, saya mencoba untuk membeli keperluan menikah nanti di Maret 2013. Saya mau menanyakan bila ada yang membaca curahanku ini, apakah dengan uang saya miliki Rp1,4 juta ditambah Rp500 ribu jadi sebesar Rp1,9 juta cukup untuk menikah di Maret 2013.
Mohon bantuan agar saya bisa mengatasi pernikahan di bulan tersebut, karena saya tidak tau berapa biaya KUA dan apa saja yang harus saya siapkan di Maret 2013 itu. Mungkin di antara teman-teman ada yang sudah menikah bisa menjawab curhatan saya untuk melakukan pernikahan di bulan itu.
Kepada teman-teman yang sudah baik hati membaca curhatan hati saya, terima kasih. Saya doakan yang sudah menikah semoga langgeng dan cinta abadi dunia dan akhirat, dan di karuniai anak yang sholeh.
Oleh:
Adi Surya
Sukabumi
Jawab:
Dear Adi,
Selamat yah karena Adi sudah berani mengambil sikap dalam hal ini adalah memutuskan untuk menikah dan pastinya ke depan saya harap Adi akan selalu bertanggung jawab dalam mengarungi hidup pernikahan bersama pasangan pilihan Adi. Saya salut dengan tekad Adi untuk berusaha menekan keinginan dan berhemat agar terkumpulmya biaya pernikahan. Mengumpulkan Rp500 ribu dari pendapatan Rp850 ribu pastinya tidak mudah. Sekira 58 persen dari pendapatan.
Namun intinya, jika kita benar-benar menginginkan suatu tujuan agar dapat tercapai, maka segala kegiatan kita akan berfokus untuk hal tersebut, maka yang menurut orang lain sulit akan terasa ringan karena perjuangan kita akan terbayar dengan tercapainya keinginan tersebut. Apalagi kedua belah pihak orangtua sudah memberikan restu untuk Adi menikah, maka tinggal selangkah lagi hubungan Adi dan pasangan bisa diresmikan.
Sekarang tinggal kita definisikan keinginan Adi yang sebenarnya, yaitu menikah dengan anggaran pernikahan sebesar Rp1,9 juta. Menurut saya tidak masalah untuk hal ini, karena yang terpenting dari sebuah pernikahan adalah kesungguhan niat dari kedua mempelai. Saya yakin Adi dan pasangan sudah memiliki syarat ini karena meskipun anggaran yang dimiliki relatif tidak banyak, tapi tidak menyurutkan langkah Adi dan pasangan untuk tetap melaksanakan Ijab Kabul di depan penghulu.
Kebutuhan yang perlu diprioritaskan adalah peresmian hubungan di hadapan agama dan negara, alias kebutuhan untuk meresmikan perkawinan di hadapan petugas yang sah. Menurut informasi yang saya kumpulkan, biaya menikah di KUA seharusnya tidak lebih dari Rp30 ribu ditambah jasa untuk penghulu, namun kenyataan di lapangan sering tidak sesuai dengan ketentuan yang ada.
Untuk meringankan biaya mengurus pernikahan di KUA ini, sebaiknya Adi mengurus semua dokumen sendiri dan menikah di kantor, agar jasa untuk penghulu tidak terlalu besar. Lengkapi dokumen yang diperlukan dan cari informasi tentang prosedur pengurusan dan kelengkapan dokumen sehingga tidak perlu bolak-balik untuk mengurus. Sebaiknya untuk pengurusan ini dilaksanakan sedini mungkin apalagi waktu yang Adi miliki sempit sejak sekarang.
Setelah kebutuhan dana untuk pengurusan bisa dialokasikan, selanjutnya adalah kebutuhan acara pernikahan mulai dari baju pengantin, katering, dan acara. Jika calon pengantin tidak berkeberatan dan memiliki relasi yang mau meminjamkan kebaya pengantin maka saya rasa akan lebih mereduksi biaya sewa baju pengantin, demikian juga untuk Adi.
Jangan sungkan untuk bertanya kepada rekan dan kerabat, namun kita juga harus bisa menjaga baik-baik kondisi barang yang kita pinjam. Untuk katering, Adi bisa meminta bantuan kepada sanak saudara untuk membuat masakan sesuai budget yang ada. Budget ini bisa mengambil sekira 50 persen dari anggaran yang Adi miliki.
Sebenarnya budget ini akan sangat tergantung dari jumlah undangan dan menu yang akan dihidangkan. Karena budget terbatas undanglah orang-orang yang memang Adi inginkan hadir seperti kerabat dan kenalan dekat, untuk teman-teman lain bisa dimintakan doa restunya saja.
Sementara untuk lokasi dan acara, jika memungkinkan budget-nya bisa menambahkan sewa tenda dan kursi untuk undangan. Sebaiknya diskusikan juga dengan pasangan dan keluarga tentang budget yang Adi miliki, agar tidak muncul tuntutan yang berlebihan terhadap acara pernikahan ini.
Jangan terlalu "termakan" pemahaman karena menikah sekali seumur hidup maka bisa jor-joran, lebih baik jika masih ada sisa dana bisa disimpan untuk keperluan di masa depan kelak, seperti biaya melahirkan, DP rumah, modal usaha dan lain-lain.
Nah, setelah merasakan lika-liku perjuangan meresmikan hubungan ke jenjang pernikahan yang akan Adi lalui nanti, saya harap hal tersebut bisa menjadi moment yang bisa mengingatkan Adi untuk selalu menjaga pernikahan Adi dan menghargainya. Selamat menempuh hidup baru! Semoga bermanfaat.
Diasuh oleh
Diana Sandjaja, CFP
Perencana Keuangan
MRE Financial & Business Advisory
@funancialisme
www.funancialisme.wordpress.com
Mitra Rencana Edukasi
PT I One Pacific Place 15th Floor I Sudirman Central Business District I Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53, Jakarta Selatan 12190
T. 021-2550 2425
F. 021-2550 2555
www.mre.co.id
Follow us @mreindonesia
Join "Dare to Dream Indonesia", our free entry Program Coaching & Business Mentoring. http://www.facebook.com/pages/Dare-to-Dream-Indonesia/11291371265
See us live at www.financeku.com, our Live Video Streaming workshop on Financial Planning, Investment & Entrepreneurship
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.