Menyikapi Perseteruan Bakrie Group-Rothschild

\Menyikapi Perseteruan Bakrie Group-Rothschild\
Aburizal Bakrie-Rothschild. (Foto: Ilustrasi Okezone)

Beberapa hari belakangan ini pasar modal diramaikan isu perseteruan antara Bakrie Group dan Rothschild, yang seperti akan memuncak pada rapat umum pemegang saham (RUPS) Bumi Plc yang dijadwalkan 21 Februari 2013 (hari ini).

Secara sederhana dapat dikatakan bahwa RUPS adalah semacam sidang perceraian di mana masing-masing pihak yang berseteru mempunyai rencana tersendiri. Untuk menyegarkan ingatan kita, baiklah jika kita mengingat sekilas apa yang terjadi sejak 2010 terkait isu "kawin cerai" ini. Pada November 2010, Group Bakrie melakukan transaksi dengan Vallar Plc, sebuah perusahaan pertambangan asal Inggris.

Group Bakrie mengambil alih 90,1 juta saham Vallar Plc (43 persen) dan menukarnya dengan 5,2 miliar saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) di harga Rp2.500 per saham. Nilai dari transaksi itu sekitar Rp13 triliun, suatu angka yang cukup besar dalam aksi korporasi di pasar modal Indonesia.Transaksi ini diikuti oleh sejumlah transaksi lain sehingga terakhir terlihat bahwa pemegang saham dari Bumi Plc adalah Bakrie Group, PT Borneo Lumbung Energy (BORN), Recapital, Rothschild, dan publik.

Tersiar kabar bahwa Recapital telah menjual kepemilikan sahamnya kepada tiga pihak lain. Perseteruan dimulai ketika pada November 2011, Rothschild mengirim surat kepada Presiden Direktur Bumi Resources guna meminta penjelasan perseroan terkait empat hal.

Pertama, jadwal yang jelas mengenai monetisasi (pencairan tunai) dari aset-aset pengembangan bisnis. Kedua, repatriasi dari dana yang ditempatkan pada pihak yang berelasi, yaitu Recapital, Bukit Mutiara, dan Chateau Asean Fund I. Ketiga, penjelasan tertulis dari kemajuan proses dari poin nomor 2. Dan keempat, penjelasan lebih detail dan transparan terkait semua transaksi nonbatu bara yang dilakukan BUMI.

Intinya adalah Rothschild melihat semacam inefisiensi penggunaan dana perusahaan yang sebenarnya bisa digunakan untuk mengurangi utang. Selanjutnya Bumi Plc melakukan investigasi terhadap Bumi Resources dan Berau Coal Energy terkait posisi keuangan mereka.Gerah dengan tindakan ini, Bakrie Group bermaksud untuk cerai dengan menarik kembali saham BUMI dan BRAU dari Bumi Plc.

Di sinilah kemudian babak kedua dari perseteruan berlanjut. Terkait dengan proses perceraian Bakrie-Rotschild yang sedang bergulir, perlu dilihat beberapa aspek dan sudut pandang yang mendasar. Pertama, kedudukan Bumi Plc sebagai perusahaan yang berbasis di London tentu harus mengikuti tata cara dan hukum yang berlaku di sana pula. Pihak regulator di Indonesia tidak berhak untuk mencampurinya.

Kedua, bahwa objek yang diperebutkan adalah perusahaan yang berbadan hukum dan beroperasi di Indonesia serta telah menjadi perusahaan publik. Hal ini menimbulkan konsekuensi bahwa hukum dan tata cara pengaturan perusahaan harus mengacu dan tunduk kepada hukum Indonesia. Di Indonesia paling tidak ada dua aturan yang harus dipenuhi, yakni aturan pasar modal mengenai penawaran tender atau yang lebih dikenal dengan tender offer, dan aturan yang terkait dengan sektor usaha.

Di sini yang perlu diperhatikan adalah peraturan menteri ESDM terkait kepemilikan asing di industri hulu dari pertambangan. Jika benar perceraian menimbulkan perubahan pemegang saham pengendali di BUMI dan BRAU, menurut aturan pasar modal wajib dilakukan tender offer terhadap saham publik yang ada. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah mengganti manajemen dari Bumi Plc dapat diartikan sebagai pergantian pengendali jika tidak terjadi perubahan kepemilikan saham?

Dari sisi pasar modal, benarlah apa yang disampaikan kepala eksekutif pasar modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahwa perlu ditunggu hasil dari RUPS untuk disesuaikan dengan aturan pasar modal Indonesia. Permasalahan justru menjadi pelik jika terjadi tender offer.

Setelah tender offer dapat dipastikan bahwa Bumi Plc akan menjadi penguasa tunggal dari Bumi Resources. Jika hal ini mengakibatkan kepemilikan di anak usaha, yaitu antara lain KPC dan Arutmin menjadi lebih dari 49 persen, maka ada aturan dari Kementerian ESDM yang dilanggar.

Di sini pemerintah tentunya mempunyai kewenangan untuk bertindak sesuai aturan yang berlaku di Indonesia. Jadi dapat dibayangkan bahwa RUPS Bumi Plc yang akan digelar bukan akhir dari sebuah perseteruan. Masalah masih akan berlanjut dan memakan tenaga dan waktu yang tidak sedikit.

Industri pasar modal menyadari betul kiprah Bakrie Group merintis bisnis pertambangan, dengan mengubah bisnis BUMI dari perusahaan publik di bidang perhotelan menjadi holding dari perusahaan tambang yang mempunyai anak usaha yang besar.

Di sisi lain, insan pasar modal tentunya mengikuti terus langkah-langkah rekayasa keuangan (financial engineering) dari Bakrie Group. Jauh di lubuk hati yang terdalam, kita tentu mengharapkan bahwa sebaiknya ada anak bangsa yang bisa sukses berusaha di negerinya sendiri.

Langkah Bakrie Group untuk berusaha mempertahankan eksistensinya di Bumi Resources perlu diapresiasi. Hanya, diharapkan kali ini tidak dengan rekayasa keuangan yang rumit dan membingungkan serta harus dengan time table yang jelas.

Jika tidak terpenuhi maka konsekuensinya juga harus diterima. Akhirnya apa pun hasil dari kasus perceraian ini, seharusnya positif buat Bumi Resources. Siapa pun yang mengendalikan pasti berusaha agar perusahaan ini dapat sehat dan maju.

EDWIN SINAGA

Pengamat Pasar Modal

(ade)

Glossary

  • Abuse of Process

    Suatu aksi yang memboroskan waktu atau yang menggannggu, misalnya mengajukan kembali suatu perkara yang sudah diputuskan oleh pengdilan yang berwenang adalah pemakaian hak sewenang-wenang. Pengadilan itu dapat tinggal diam atau membubarkan aksi yang demikian.

  • Akuisisi

    Penggabungan badan usaha dengan cara menguasai sebagian besar saham badan usaha lain. Dengan akuisisi, dua atau lebih badan usaha tersebut tetap eksis secara hukum dan badan usaha yang menguasai saham paling besar menjadi induk perusahaan yang harus menyajikan laporan keuangan konsolidasi. Jadi, pada prinsipnya saham atau aset dari suatu perusahaan dibeli atau diambil alih oleh pihak lain baik perusahaan atau perorangan.

  • Agen Penjual

    Perusahaan Efek yang ditunjuk sebagai agen untuk menjual saham baru kepada masyarakat.

  • Afiliasi

    Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horisontal maupun vertikal. Hubungan antara pihak dengan pegawai direktur atau komisaris dari pihak tersebut. Hubungan antara perusahaan dengan pihak yang secara langsung atau tidak langsung mengendalikan, dikendalikan, atau di bawah suatu pengendalian dari perusahaan tersebut atau, Hubungan antara perusahaan dengan pemegang saham utama.

  • Agio

    Nilai yang dimaksudkan ke dalam modal sendiri yang berasal dari selisih harga jual dikurangi nilai pari suatu emisi saham yang berasal dari dalam portepel dan dicatat di dalam akun (rekening) tersendiri yang juga bernama AGIO.

  • Aktiva Tidak Berwujud (Intangible Asset)

    Aktiva nonmoneter yang dapat diidentifikasi dan tidak memiliki wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan barang atau jasa, disewakan kepada pihak lainnya, atau untuk tujuan administratif.

  • Bad Faith

    Pada umumnya ialah yang bertalian dengan fraud yang sebenarnya atau yang direncanakan, atau maksud untuk menipu atau memalsu; suatu kelalaian atau penolakan dengan sengaja untuk memenuhi suatu kewajiban atau utang. An act in bad faith adalah suatu tindakan yang tidak dipenuhi oleh suatu kekhilafan yang jujur atau karena tidak mengetahui, akan tetapi oleh suatu motif yang jahat atau yang mementingkan diri sendiri.

  • Balance Sheet

    Suatu pernyataan mengenai aktiva dan pasiva sesuatu perusahaan pada suatu waktu tertentu, seperti yang dibedakan dari suatu income statement, yakni yang memberi laporan tentang apa yang telah terjadi selama suatu jangka waktu.

  • Batasan Pada Jaminan Nasabah

    Nilai maksimum dari Efek dan atau saldo kredit yang dapat ditahan oleh Perusahaan Efek sebagai jaminan penyelesaian pesanan terbuka dan kewajiban nasabah lainnya yang tidak termasuk kewajiban dalam Rekening Efek Marjin.

  • Batasan Pada Jaminan Nasabah

    Nilai maksimum dari Efek dan atau saldo kredit yang dapat ditahan oleh Perusahaan Efek sebagai jaminan penyelesaian pesanan terbuka dan kewajiban nasabah lainnya yang tidak termasuk kewajiban dalam Rekening Efek Marjin.

  • Biro Administrasi Efek

    Pihak yang berdasarkan kontrak dengan Emiten melaksanakan pencatatan pemilikan Efek dan pembagian hak yang berkaitan dengan Efek.

  • Book-Entry Settlement

    Penyelesaian Transaksi dilakukan dengan mendebit dan mengkredit Efek pada rekening kustodian.

  • Blue Chip

    Saham blue chip atau blue chip Stocks, merupakan saham biasa dari suatu perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai leader di industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen.

  • Brexit

    Brexit alias British Exit adalah pristiwa kala Inggris meninggalkan zona Uni Eropa

  • Cabotage

    Asal mulanya dari bahasa Prancis, yakni pelayaran melalui pantai seperti yang dibedakan dari pelayaran atau perdagangan samudra. Sekarang dalam dunia pengangkutan udara, adalah operasi-operasi dalam negeri berlainan dengan operasi internasional.

  • Capital, Invested

    Suatu istilah yang kadang-kadang dipakai untuk menggambarkan jumlah uang tunai dan aktiva yang dibayarkan ke dalam suatu perusahaan plus semua surplus yang diperoleh yang dikembalikan kepada perusahaan itu. Jadi, ia adalah suatu sinonim untuk the net worth daripada suatu perusahaan. Biasa juga disebut dengan istilah Kapital yang ditanam.

  • Capital, Equity

    Suatu istilah untuk bagian dari dana yang dipakai dalam suatu perusahaan yang telah ditanamkan atau diinvestasikan oleh para pemiliknya, bukan yang dipinjamkan oleh para kreditur. Secara bebas diartikan, suatu surat efek, seperti saham biasa, yang mewakili kepemilikan dalam suatu perusahaan.

  • Calon Perusahaan Tercatat

    Perseroan Terbatas yang telah mengajukan surat permohonan pencatatan Efeknya di Bursa.

  • Capital Asset Pricing Model (CAPM)

    Suatu teori penetapan harga aktiva dimana tingkat pengembalian dari aktiva atau surat berharga tersebut adalah sebesar tingkat bunga bebas risiko ditambah dengan faktor penyesuaian sebesar risk premium dikalikan dengan risiko sistematik aktiva tersebut.

  • Capital Gain

    Keuntungan yang diperoleh karena perbedaan antara harga beli dan harga jual suatu efek. Apabila perbedaan tersebut bersifat negatif (rugi) disebut capital loss.

  • Conflict of Interest (benturan kepentingan)

    Perbedaan antara kepentingan ekonomis perusahaan dengan kepentingan ekonomis pribadi direktur, komisaris, atau pemegang saham utama perusahaan.

  • Cash flow

    Biasa di sebut aliran kas, merupakan sejumlah uang kas yang keluar dan yang masuk sebagai akibat dari aktivitas perusahaan. Dengan kata lain, aliran kas yang terdiri dari aliran masuk dalam perusahaan dan aliran kas keluar perusahaan serta berapa saldonya setiap periode.

  • Capital Expenditure (capex)

    Atau pengeluaran modal, adalah investasi dalam bentuk asset atau infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang diperlukan untuk memberikan, memperluas dan atau meningkatkan kualitas layanan public. Nilai buku asset akan disusut (depresiasi) selama umur ekonomisnya yang wajar (kecuali tanah).Yang termasuk Capex antara lain : pembangunan atau pembelian jaringan, server dan PC, perangkat lunak, bangunan, dan tanah.

  • Date of Exportation

    Hari tanggal barang dagangan meninggalkan suatu negara menurut kenyataannya. Pemungut bea biasanya menganggap atau menetapkan harga pasar barang-barang yang diekspor itu sebagai harga pada hari yang tertentu itu.

  • Default (Kelalaian)

    Kekhilafan atau kelalaian untuk melaksanakan atau memenuhi suatu kewajiban atau utang; kelalaian untuk memenuhi suatu utang bilamana sudah habis temponya; terutama yang di bawah kontrak. Misalnya saja kelalaian melakukan pembayaran promisory note, obligasi atau hipotek atau suatu dividen, atau pembayaran bunga atas suatu obligasi atau surat efek lainnya, bilamana sudah habis temponya.

  • Daftar Hasil Kliring Netting (DHK Netting)

    Dokumen elektronik hasil Kliring secara Netting yang dilakukan oleh KPEI yang berisikan hak dan kewajiban setiap Anggota Bursa Efek yang timbul dari Transaksi Bursa yang terjadi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

  • Daftar Hasil Kliring Netting (DHK Netting)

    Dokumen elektronik hasil Kliring secara Netting yang dilakukan oleh KPEI yang berisikan hak dan kewajiban setiap Anggota Bursa Efek yang timbul dari Transaksi Bursa yang terjadi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

  • Daftar Kurs Efek (DKE)

    Daftar Kurs Efek (DKE) daftar harian yang diterbitkan bursa efek yang memuat keterangan tentang efek yang tercatat, kurs efek, volume, nilai dan frekuensi transaksi, tawaran beli jual, indeks harga saham dan lain-lain yang berkaitan dengan transaksi bursa.

  • Daftar Kurs Efek (DKE)

    Daftar harian yang diterbitkan bursa efek yang memuat keterangan tentang efek yang tercatat, kurs efek, volume, nilai dan frekuensi transaksi, tawaran beli jual, indeks harga saham dan lain-lain yang berkaitan dengan transaksi bursa.

  • Depresiasi

    Atau penyusutan, adalah alokasi jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi. Penyusutan untuk periode akuntansi dibebankan ke pendapatan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

  • Debt Ratio

    Merupakan total utang berbanding total aset. Rasio ini mengukur seberapa banyak aset yang dibiayai oleh hutang. Misalnya, rasio hutang 30 persen artinya, 30 persen dari aset dibiayai oleh hutang. Rasio hutang bisa berarti buruk pada situasi ekonomi sulit dan suku bunga tinggi, dimana perusahaan yang memiliki debt rasio yang tinggi dapat mengalami masalah keuangan, namun selama ekonomi baik dan suku bunga rendah maka dapat meningkatkan keuntungan.

  • Eased Off

    Suatu istilah yang dipakai di bursa efek dan komoditi apabila hal itu menunjukkan suatu reduksi atau pengurangan dalam harga-harga itu secara berangsur dan kecil.

  • Earning Asset

    Suatu istilah yang dipakai untuk investasi tertentu yang dibebani bunga modal dan yang diselenggarakan atau dikuasai oleh The Unitede Federal Reserve Banks. Investasi yang demikian dapat berupa uang kertas bank-bank anggota yang terjamin, uang yang didiskontokan untuk bank-bank anggota dan untuk federal reserve banks lainnya, bermacam-macam surat-surat wesel, dan dengan syarat-syarat tertentu, obligasi Amerika Serikat, sertifikat-sertifikat dan surat-surat utang.

  • Efek

    Surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek.

  • Efek

    Surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek.

  • Efek Beragun Aset Arus Kas Tetap

    Efek beragun aset arus kas tetap efek beragun aset yang memberikan hak kepada pemegangnya menerima pembayaran dengan jadwal tertentu, walaupun jadual pembayaran tersebut dapat berubah karena keadaan tertentu.

  • Efek Beragun Aset Arus Kas Tidak Tetap

    Efek beragun aset yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menerima pembayaran secara bersyarat dan dalam jumlah yang tidak tetap.