>

Baru 1 Periode, Masa Jabatan Karen Bisa Diperpanjang

|

Dani Jumadil Akhir - Okezone

Dirut Pertamina Karen Agustiawan. (Foto: Widi/Okezone)

Baru 1 Periode, Masa Jabatan Karen Bisa Diperpanjang
JAKARTA - Jabatan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) yang dipegang oleh Karen Agustiawan bisa saja diperpanjang. Diketahui, masa bakti Karen di perusahaan energi pelat merah tersebut berakhir pada Maret mendatang.

Anggota DPR Komisi VI dari Fraksi Partai Demokrat Azzam Azman Natawidjaya mengatakan, seorang direktur utama bisa menjabat selama dua periode. Oleh sebab itu, meski masa jabatannya sudah habis, pada periode selanjutnya Karen bisa kembali duduk sebagai direktur utama karena baru menjabat satu periode.

"Itu bisa dua kali masa jabatan, Bu Karen masih sekali," ujar Azzam, di Jakarta, Rabu (27/2/2013).

Menurut Azzam, kinerja Karen ketika menjabat sebagai direktur utama Pertamina cukup baik. Karen pun dinilai mempunyai prestasi yang bagus.

"Prestasi kita lihat bagus, orang itu kan enggak bisa 100 persen, pasti ada plus minus, tapi selama ini fine saja kita," tutur Azzam.

Azzam memaparkan jika dalam memilih pemimpin di industri minyak dan gas (migas) yang strategis seperti Pertamina harus melewati beberapa proses.

Proses pengajuan nama calon direktur utama dilakukan oleh pemegang saham. Dalam hal ini adalah pemerintah, yaitu Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Menteri ESDM. Kemudian pemegang saham tersebut akan mengajukan nama calon Direktur Utama ke Tim Penilai Akhir (TPA) yaitu Presiden.

"Itu domainnya Pemerintah. Pemerintah itu pemegang saham, Kuasa pemegang saham serahkan ke TPA, dalam jabatan strategis ada Tim Penilai Akhir, yaitu Presiden," pungkasnya.

Sekedar informasi saja wanita bernama lengkap Galaila Karen Agustiawan dilantik sebagai dirut Pertamina pada 5 Februari 2009 menggantikan Ari H Soemarno. Karen menjadi perempuan pertama yang menempati posisi puncak di Pertamina sepanjang 51 tahun sejarah perusahaan itu.

Perempuan kelahiran Bandung, 19 Oktober 1958 ini adalah lulusan Sarjana Teknik Fisika, Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 1978. (ade)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Repot Kalau Dirut Pertamina Tak Mengerti Minyak