>

Pertamina Cetak Laba Tertinggi Sepanjang Sejarah

|

Dani Jumadil Akhir - Okezone

Karen Agustiawan. (Foto: Okezone)

Pertamina Cetak Laba Tertinggi Sepanjang Sejarah
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mencatatkan laba bersih sebesar Rp25,89 triliun sepanjang 2012. Laba ini naik 26,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp20,47 triliun. Selain itu, EBITDA perseroan juga meningkat 8,32 persen menjadi Rp56,82 triliun.

"Pencapaian laba bersih tersebut juga merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah berdirinya Pertamina," ujar Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan, saat konferensi pers, di Kantor Pertamina Pusat, Jakarta, Rabu (27/2/2013).

Karen menjelaskan, produksi migas Pertamina sebesar 461.640 barel oil ekuivalen per day (BOEPD) atau naik tipis dibandingkan dengan capaian 2011 sebesar 457.640 BPOED. Ini merupakan kontributor penting bagi laba perusahaan, di tengah tren penurunan produksi migas nasional.

"Peningkatan produksi tersebut juga diikuti dengan penambahan cadangan migas yang mencapai 453.37 juta barel setara minyak selama 2012," jelas Karen.

Kinerja keuangan yang terus meningkat telah ikut mendongkrak kontribusi Pertamina bagi penerimaan negara, baik dalam bentuk dividen maupun setoran pajak.

"Kontribusi Pertamina bagi penerimaan negara pada 2012 mencapai Rp66,11 triliun yang terdiri dari Rp7,74 triliun berupa dividen dan Rp58,37 triliun dalam bentuk setoran pajak, atau naik lima persen dibandingkan dengan 2011 yang mencapai Rp63,03 triliun," tutur Karen.

Adapun pencapaian rating Good Corporate Governance (GCG) yang merupakan salah satu aspek penting bagi upaya Pertamina dalam meraih kepercayaan publik dan juga pasar juga terus meningkat.

"Pada 2012, rating GCG Pertamina mencapai 93,51 dari skala 100 (sangat baik) yang lebih baik dibandingkan dengan 2011 sebesar 91,85, lalu 2010 dengan rating 86,79 dan 2009 senilai 83,56 dari skala 100," pungkasnya. (wdi)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Susi Klaim RI Rugi Rp600 M karena Ikan Napoleon