>

Iuran Tabungan Perumahan Rakyat Diusulkan 5% per Bulan

|

Nur Januarita Benu - Okezone

Ilustrasi, Sumber: olx.co.id

Iuran Tabungan Perumahan Rakyat Diusulkan 5% per Bulan
JAKARTA - Kementerian Perumahan Rakyat (Menpera) mengatakan masih menampung usulan mengenai Rancangan Undang-Undang Tabungan Perumahan Rakyat (RUU Tapera). Salah satunya dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

"Kami sekarang lagi nampung usulan dari DPR. Mereka usulkan iuran untuk Tapera sebesar 5 persen per bulan sebagaimana tercantum dalam Pasal 10 RUU Tapera. Tapi, itu masih akan dibahas lagi, bisa jadi lebih kecil, bisa jadi lebih besar," kata Menteri Perumahan Rakyat, Djan Faridz usai Rapat Kerja Pimpinan DPR RI dengan Menteri BUMN, Menpera, Menakertrans, MenKeu dan MenKumHam membahas tentang RUU Tapera di Gedung Nusantara II DPR/MPR RI, Kamis (28/2/2013).

Dia mengatakan, selain usulan besaran cicilan, mekanisme pemotongan gaji untuk iuran Tapera itu pun masih dibahas. "Bisa saja dipotong dari penghasilan si karyawan/pekerja atau bisa juga dipotong dari pengusaha (yang mempekerjakan)," ujar dia.

Adapun mengenai mekanisme Tapera, lebih lanjut masih akan terus dibahas dalam rapat-rapat selanjutnya. Ditargetkan pembahasan RUU Tapera ini akan rampung pada Juli 2013 mendatang.

Sementara Ketua Panitia Khusus (Pansus) RUU Tapera Joseph Umarhadi mengatakan, usulan cicilan 5 persen dari pendapatan masih akan terus ditimbang melalui masukan-masukan dari berbagai pihak.

"Nanti selanjutnya kami akan mengundang perwakilan masyarakat juga untuk menerima masukan dan kami jaring angka idealnya," kata Joseph.

Selain itu, dia mengatakan, setiap warga negara yang berpenghasilan dalam jumlah tertentu sebagaimana dimuat dalam Pasal 6 RUU Tapera masih bersifat usulan sementara.

"Sementara kami usul wajib semua, tapi mungkin bisa akan mendaftarkan dirinya," imbuh dia. (nia)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Cara Menghitung Tarif Angkutan Umum yang Wajar