>

Dahlan Iskan Diminta Stop Outsourcing di BUMN

Senin, 4 Maret 2013 - 15:22 wib | Rezkiana Nisaputra - Okezone

Menteri BUMN Dahlan Iskan. (Foto: Okezone)

Dahlan Iskan Diminta Stop Outsourcing di BUMN
JAKARTA - Lima serikat pekerja dari perusahaan plat merah meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk segera menyurati seluruh perusahaan BUMN yang berisi penghapusan pekerja outsourcing.

Seketaris Jenderal Serikat Pekerja PT PLN, Rianto Timbul menuturkan, saat ini ada sekitar 72 ribu karyawan di perusahaan PLN dan anak usaha PLN yang sampai saat ini statusnya masih ada yang outsourcing. Padahal pemerintah sudah menetapkan hanya ada lima pekerjaan yang boleh di outsourcing.

"Ada lima yang boleh di-outsourcing seperti satpam, cleaning service, jasa pertambangan, driver transportasi dan katering. Namun, di luar itu masih banyak yang outsourcing dan bahkan ada yang dikontrak bertahun-tahun,” ujar Rianto saat acara diskusi bertajuk “LBH Membongkar Kebusukan Perusahaan BUMN” di Jakarta, Senin (4/3/2013).

Rianto menegaskan, pekerjaan yang paling banyak di-outsourcing-kan, di PLN seperti pelayanan kelistrikan masyarakat. "Penyambungan kabel, pemutusan listrik dan lainnya, Seharusnya ini tidak di-outsourcing-kan, inikan melanggar peraturan," tukasnya.

Selain itu, dari pihak karyawan PT Graha Sana Duta (GSD) yang merupakan anak usaha PT Telkom dan karyawannya yang tergabung dalam Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek Indonesia), juga meminta penghapusan outsourcing.

"Pekerjaan yang tidak sesuai dengan ketentuan pemerintah harus diangkat karyawan. Jangan di-outsourcing terus menerus," ucap Presiden Aspek Indonesia, Jaya Santosa.

Jaya meminta, agar perusahaan memberikan upah yang layak sesuai dengan ketentuan Upah Minimun Provinsi (UMP) DKI Jakarta, sebesar Rp2,2 juta per bulan.

"Banyak yang sudah bekerja belasan tahun tapi masih di bawah UMP, upah lemburnya juga tidak sesuai dengan UU 13/2003 serta Kepmenakertrans No.102 tahun 2004," imbuhnya.

Jaya berharap, Menteri BUMN Dahlan Iskan segera ikut berperan dalam menyelesaikan permasalahan pekerja yang ada di sejumlah perusahaan BUMN, agar seluruh karyawan BUMN bisa hidup sejahtera. Adapun Lima serikat pekerja dari perusahaan BUMN tersebut di antaranya, perusahaan, PT ASDP Indonesia Ferry, PT PLN, PT Pertamina, PT Telkom, (wdi)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    JK Bantah Harga BBM Naik per 1 November