>

Hatta: Tol Sumatera Tak Diminati Investor

|

Martin Bagya Kertiyasa - Okezone

Menteri Perekonomian Hatta Rajasa di Klender (Foto: Fakhri Rezy/Okezone)

Hatta: Tol Sumatera Tak Diminati Investor
LAMPUNG - Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi pada 2013, bahkan menempati urutan ke-2 ekonomi terbesar di Asia. Meski demikian, pertumbuhan ekonomi yang terjadi belum merata.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, Indonesia butuh pembangunan yang lebih merata. Oleh karena itu, koridor-koridor pembangunan Masterplan Percepatan Pembangunan dan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3EI) harus mendapat perhatian.

Hatta menjelaskan, 2013 merupakan tahun yang penuh dengan harapan. Meski demikian, tantangan pada tahun ini juga semakin membesar. Karenanya, yang menjadi tantangan adalah bagaimana bisa meningkatkan momentum pertumbuhan Indonesia.

"Kita tidak boleh kehilangan momentum pertumbuhan dan harus menjaga stabilitas makro ekonomi. Tekanan (datang) baik dari faktor eksternal ekonomi global dan internal harus kita waspadai," kata dia di acara Rapat Koordinasi Gubernur se-Sumatera dan Rakor MP3EI di Novotel, Lampung, Rabu (20/3/2013).

Menurutnya, Sumatera menjadi pembahasan utama di kalangan kementerian. Pasalnya, pertumbuhan investasi bermuara di Jawa membangun, KEK Sei Mangke, KPI dan KTI. "Kita ingin menekankan sektor riil dengan meningkatkan infrastruktur," tukas dia.

Dia mengatakan, salah satu yang tengah didorong pembangunannya, yakni Tol Sumatera. Sayangnya, minta investor terhadap pembangunan jalan tol ini masih minimim. "Secara ekonomis itu visibel, walaupun secara komersial belum visibel," tambahnya.

Oleh karena itu, pemerintah bertekat untuk membangun tol tersebut, tanpa memikirkan dari sisi komersial. "Karena membangun jalan tol di Sumatera ini akan menurunkan beban logistik, membenani produktifitas dan daya saing dan tidak bisa mendorong Sumatera menjadi tujuan investasi yang handal," tukas Hatta. (gnm)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Rekam Jejak Ahmad Bambang sang Direktur Baru Pertamina