JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan melakukan cross check adanya disparitas tinggi antara harga di pasar tradisional dengan pasar modern. Karenanya, revitalisasi pasar akan dilakukan.
"Saya baru dengar tapi akan dicek. Ya memang pasar tradisional belum sempurna. ini baru dua sampai tiga tahun nanti kita akan menggulirkan puluhan lagi, ini cuma berapa tahun dari hari ini," jelas Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, di DPR RI, Jakarta, Rabu (3/4/2013).
Gita mengatakan, kemungkinan perbedaan tersebut karena adanya keterbatasan infrastruktur dan logistik. Karena dua hal tersebut, maka logikanya tidak dapat memberikan harga yang terjangkau. "Tapi ke depannya, saya yakin kalau revitalisasi pasar tradisional terus bergulir, ini bisa harga-harga lebih terjangkau," ujar Gita.
Dia melanjutkan, saat ini pasar tradisional menggunakan harga logistik yang bermacam-macam. "Tidak menutup kemungkinan, karena dari satu titik ke titik lain kan ada jalanan ada kereta, ada supir truk ada macam-macam itu biaya," tambah dia.
Gita mengatakan di pasar tradisional tercermin dalam harga-harga logistik yang lebih mahal. sedangkan untuk pasar modern dalam transportasi lebih dekat dan lebih efisien karena terletak di kota-kota besar. "Ini kemungkinan yang logis saja tapi nanti kita cek," ujar Gita.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.