Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Instruksi Hemat Energi SBY Tak Efektif

Fakhri Rezy , Jurnalis-Kamis, 04 April 2013 |12:54 WIB
Instruksi Hemat Energi SBY Tak Efektif
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah mengatakan tidak semua Instruksi Presiden (Inpres) yang dikeluarkan efektif. Terbukti, dengan adanya subsidi yang masih tinggi.

"Kalau melarang kendaraan pertambangan, perkebunan, dan dinas itu memang tak terlalu efektif. Harus kita akui karena volumenya sangat kecil, sekira 1,3 juta kiloliter (kl)," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, di kantornya, Jakarta, Kamis (4/4/2013).

Hatta mengatakan, dibandingkan dengan laju pertumbuhan ekonomi menyebabkan kendaraan meningkat makin pesat, dan membuat beberapa instruksi saat itu tidak efektif. "Kebanyakan itu menggunakan subsidi semua. Meningkatnya subsidi ini kan tentu saja harus kita kendalikan," ujar Hatta.

Di tempat yang sama, Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan, tujuh instruksi tersebut memang sudah berjalan. Akan tetapi tidak semuanya efektif. "Hampir semua berjalan, tapi tidak semua efektif, yang tidak perlu, tidak efektif," tukas dia.

Diberitakan sebelumnya, langkah penghematan dicanangkan Presiden setelah DPR RI menolak rencana pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak. Penghematan energi juga dipandang perlu guna memperkecil defisit tahun ini yang diperkirakan mencapai Rp190 triliun atau 2,23 persen dari produk domestik bruto (PDB).

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement