JAKARTA - Kontrak Blok Mahakam di Kalimantan Timur yang akan habis kontrak di 2017 sampai saat ini masih dalam proses pembahasan oleh pemerintah akan diperpanjang atau diserahkan ke BUMN PT Pertamina (Persero). Total E&P Indonesie yang saat ini menjadi operator blok tersebut pasrah dengan keputusan pemerintah.
"Namun, posisi Total, kami siap kerjasama dengan siapapun termasuk KKKS migas nasional dalam hal ini Pertamina," ujar Head Development Media Relation Total E&P Indonesie Kristanto Hartadi di Jakarta, Kamis (4/4/2013).
Kristanto menambahkan, selain siap bekerjasama dengan Pertamina, pihaknya juga siap untuk masa transisi. "Kami juga siap masa transisi lima tahun sampai 2022 setelah diminta mundur. Namun kita akan lihat kalau disuruh melanjutkan," tambahnya.
Sedangkan bila dikerjakan bersama pemerintah, Total juga siap membagi hasil penerimaan migasnya.
"Tapi harus menyetorkan modalnya untuk produksi, harus berkomunikasi dengan pemerintah khususnya SKK Migas. Keputusan pemerintah itu lebih cepat itu lebih baik," pungkasnya.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.