>

Rusunami Mangkrak di Depok, Biaya Pemeliharaan Jalan Terus

|

Marieska Harya Virdhani - Okezone

Ilustrasi Rusun, Foto: Dede Kurniawan/ Okezone

Rusunami Mangkrak di Depok, Biaya Pemeliharaan Jalan Terus
DEPOK - Pada 27 April nanti, Rumah Susun Sewa (Rusunawa) di Depok resmi beroperasi. Namun, rusunawa yang sudah mangkrak selama sepuluh tahun itu, kondisinya dinilai masih tidak layak huni dengan keterbatasan sarana dan prasarana serta infrastruktur.

Anggota Komisi C DPRD Kota Depok, Edy Sitorus membenarkan Rusunawa itu sudah mangkrak dari dulu. Dia juga mengakui memang masih banyak fasilitas yang harus diperbaiki, karena bangunan tersebut sudah berdiri lama sejak 2007 namun tidak kunjung dioperasikan.

"Memang itu dari Kementrian PU, dan itu bukan periode saya, namun akhirnya setelah mangkrak lama kini sudah siap dioperasikan," ungkapnya kepada wartawan, Jumat (05/04/2013).

Terkait peraturan Rusunawa yang memperbolehkan dikelola oleh pemerintah daerah, maka Kementrian PU memberi kewenangan kepada pemerintah Depok. Semestinya, kata dia, pemeliharaan yang dilakukan harus lebih optimal.

"Akhirnya pemerintah daerah menganggarkan dana untuk pemeliharaan, karena sudah lama dibangun tapi tidak dipakai," katanya.

Selama mangkrak, kata Edy, anggaran pemeliharaan ditetapkan, namun tidak setiap tahun. "Karena itu harus diperbaiki dulu sebelum diserahkan langsung ke pihak ketiga sebagai penyewa," katanya.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknik (UPT) Rusunawa Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Kota Depok, Ade Rizal mengatakan untuk persyaratan menyewa Rusunawa akan dipayungi dengan Peraturan Walikota (Perwa). "Kalau masalah aturannya saya rasa cukup dari Perwa saja, tidak usah dibahas di DPRD," katanya.

Rusunawa tersebit berdiri di atas tanah seluas 1 hektare dengan tiga menara empat lantai. Setiap menara masing-masing memiliki 96 kamar. Namun, setelah selesai pembangunan 2007, tiga bangunan itu tidak diperhatikan. Sementara, ukuran kamarnya seragam yaitu 7x3 meter persegi dengan rincian, 3x5 untuk ruang tamu dan 3x2 untuk toilet dan dapur.

Untuk harga sewa per kamarnya akan disesuaikan dengan lantai dengan selisih Rp25 ribu rupiah setiap lantai. Kamar di lantai I seharga Rp250 ribu per kamar, lantai II Rp225 ribu, lantai III Rp200 ribu, dan lantai IV Rp175 ribu.

Namun fasilitas yang ada masih kurang memadai di antaranya air bersih yang sering tak berfungsi, keamanan yang kurang optimal, Penerangan Jalan Umum (PJU) yang kurang, serta akses yang jauh dari pusat kota. (nia)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    20 Perusahaan yang Disegani