JAKARTA - Program penanggulangan kemiskinan masih menjadi fokus dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) pada 2014. Oleh karenanya, Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah mempersiapkan beberapa langkah untuk mengurangi angka kemiskinan tersebut.
"Kita pegang komitmen untuk target penurunan kemiskinan sampai 10 persen. Program penanggulan kemiskinan ini mencakup raskin, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) dan beasiswa siswa miskin," kata kepala Bappenas Armida Alisjahbana, seusai Rapat Koordinasi Pembangunan tingkat Pusat, di kantor Bappenas, Jakarta, Senin (8/4/2013).
Dia menjelaskan, program raskin akan ditingkatkan dengan cara mengalokasikan beras menjadi 20 kilogram (kg) per Rumah Tangga (RT) setiap bulannya, atau sebesar Rp23,100 triliun. Meningkat dari 2013 yang hanya mengalokasikan 15 kg per RT. "Raskin ini ruang lingkupnya akan menjadi 29 persen RT yang akan dikover," tambahnya.
Sementara untuk beasiswa miskin, cakupan beasiswa sebanyak 15,4 juta siswa dengan pagu indikatif sebesar Rp9,240 triliun. Sementara unit cost beasiswa untuk SD Rp500 ribu, SMP Rp75 ribu dan SMA Rp1 juta.
"PNPM, akan meliputi 273 kecamatan dengan tingkat kemiskinan per jumlah penduduk miskin tertinggi 153 kecamatan, 10 kecamatan (koridor), dan 50 kecamatan nasional," tambahnya.
Dia menambahkan, setiap kecamatan akan mendapat alokasi dana sebesar Rp3 miliar, terutama kecamatan termiskin. "Pagu indikatif 2014 untuk PNPM ini sebesar Rp14,925 triliun," lanjutnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.