Investasi Industri Nikel Bantaeng Capai Rp500 Miliar

|

Syamsir - Koran SI

Investasi Industri Nikel Bantaeng Capai Rp500 Miliar
BANTAENG — PT Bumi Bakti Sulawesi (BBS) resmi membangun perusahaan industri pengelolaan bijih nikel (smelter) di Desa Papaloe, Kecamatan Pa’jukukan, Bantaeng. Industri yang dibangun dalam tempo satu tahun di atas lahan seluas 50 hektare (ha) ini akan menghabiskan investasi sebesar Rp500 miliar dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 500 orang.

"Pembangunan industri ini merupakan bagian dari 11 program yang kami dicanangkan, dan ini akan menyerap banyak tenaga kerja,” ucap Komisaris Utama PT BBS George Toisuta kepada wartawan, Rabu (10/4/2013).

Menurut Syahrul, pihaknya menyambut baik pembangunan industri yang berpangkalan di Kabupaten Bantaeng. Keberhasilan meyakinkan investor luar menanamkan modalnya di Bantaeng dengan jumlah yang cukup besar adalah sebuah keberhasilan.

"Industri ini dibutuhkan dunia. Pembangunan ini sekaligus secara perlahan telah memindahkan perhatian dunia ke Bantaeng," ungkapnya.

Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah mengatakan, pembangunan industri smelter merupakan salah satu wujud dari janji Gubernur untuk menjadikan Sulsel sebagai daerah kunjungan investasi. "Kami berharap pertengahan 2014, industry PT BBS sudah berproduksi 150 ribu metric ton/tahun ke Negara tujuan China," kata Nurdin.

Dijelaskan, khusus penyiapan tenaga listrik, pemkab bersama PT BBS telah menandatangani naskah MOU dengan PLN untuk daya sebanyak 120 megawatt (mw). "Industri sejenis lainnya segera menyusul sebab ada empat perusahaan yang telah melakukan pembebasan lahan. Diantaranya perusahaan pengolahan bijih besi (mangan) dengan total invetasi Rp 12 triliun," tandasnya. (wan)
(wdi)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Apindo Sepakat Ron 88 Ditiadakan