JAKARTA - Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memutuskan Production Sharing Contract (PSC) Blok Mahakam, di Kalimantan Timur pascaterpilihnya Presiden RI yang baru. Saat ini Blok Mahakam masih dikelola oleh Total E&P Indonesie dan Inpex.
"Saya sudah berbicara dengan Pak Dahlan Iskan (Menteri BUMN). Kami sama-sama bertanya untuk apa kita putuskan sekarang," ujar Menteri ESDM Jero Wacik di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (10/4/2013).
Jero menambahkan, pihaknya ingin memberikan kesempatan pada pemerintahan yang mendatang sehingga keputusan tersebut dilakukan tahun 2017. Hal tersebut dilakukan juga untuk mencegah adanya pikiran masyarakat yang mengatakan keputusan perpanjangan PSC Blok Mahakam hanya untuk mencari rente dana pemilu 2014.
"Sekarang kan ada pikiran. Ini jangan-jangan mencari duit, kalau kita sabar sedikit kan presiden baru yang mutusin," tegasnya.
Kendati demikian, menteri asal Bali ini mengungkapkan masih belum memastikan apakah keputusan PSC Blok Mahakam akan diputuskan menunggu pemerintahan baru atau pemerintahannya yang sekarang.
"Artinyam, kalau semua kondusif ya kita akan putuskan," pungkasnya.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.