JAKARTA - Kondisi perekonomian global mulai menunjukkan adanya perbaikan. Sayangnya, pemulihan ekonomi global tidak seoptimistis prakiraan sebelumnya dan masih dibayangi ketidakpastian.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) diprakirakan tertahan akibat permasalahan fiskalnya, meskipun kegiatan produksi dan konsumsi mulai menunjukkan perbaikan.
"Di sisi lain, resesi perekonomian Eropa masih berlanjut terkait lambatnya implementasi program austerity di beberapa negara," kata dia di gedung BI, Thamrin, Jakarta, Kamis (11/4/2013).
Menurutnya, kondisi berbeda ditunjukkan perekonomian di beberapa negara Asia, terutama China, yang membaik sebagaimana tercermin dari indikator konsumsi dan produksi. Harga komoditas dunia juga masih cenderung menurun, kecuali harga minyak.
"Sejalan dengan itu, respons kebijakan bank sentral dunia secara umum masih tetap akomodatif dengan mempertahankan suku bunga rendah maupun quantitative easing," tukas dia.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.