Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemerintah Didesak Ciptakan 100 Importir Hortikultura

Hendra Kusuma , Jurnalis-Kamis, 11 April 2013 |15:51 WIB
Pemerintah Didesak Ciptakan 100 Importir Hortikultura
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah didesak untuk menciptakan 100 importir yang menangani produk hortikultura agar terciptanya persaingan dan tidak menciptakan permainan harga diimportir. Sekarang ini, izin importir di Indonesia baru ada 21 importir.

"Pelakunya sekira 14 importir, izinnya sih sampai 21, 14 ini juga dengan kepemilikan silang. Importir seharusnya ada 100 agar terjadi kompetisi, agar tidak terjadi permainan harga," Kata Ketua Harian HKTI Sutrino Iwantono dalam diskusi DPP Perindo bertajuk “Mengurai Hortikultura di Indonesia” di Sekretariat DPP Perindo, Jalan P Diponegoro, Jakarta, Kamis (11/4/2013).

Dia menambahkan, melonjaknya harga produk hortikultura dikarenakan terjadinya ekses permintaan yang tinggi. Serta, pengaturan pemerintah yang unqualified. Lanjut Iwantono, tingginya harga produk hortikultura pun disebabkan karena adanya kepemilikan kuota impor. Di mana kuota dapat diperjualbelikan.

"Jadi siapa yang punya kuota, dia yang mempunyai keuntungan besar, karena memang terjadi kuota diperjualbelikan," imbuhnya.

Selain itu, untuk produk hortikultura impor seharusnya dikenakan biaya masuk atau bea masuk. Di mana biaya masuk ini bertujuan agar para petani dalam negeri masih bisa bersaing dengan produk hortikultura impor.

"Sistem kuota perizinan diganti dengan tarif, tidak berlaku pada bawang putih, kepada daging sapi, tetapi ke semua produk komoditas hortikultura," tutupnya.

Maka dari itu, dengan adanya pergantian kuota dengan penarifan biaya masuk, serta memperbanyak importir-importir dapat dipastikan dalam jangka panjang dapat melindungi para petani dalam negeri.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement