JAKARTA - Walau tidak lolosnya dalam tahap kualifikasi tender, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) akan tetap mencari usaha di Myanmar.
"Tetap di Myanmar, kan banyak usaha di sana," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan seusai Rapat Kordinasi mengenai BBM di kantor menko perekonomian, Jakarta, Jumat (12/4/2013).
Dahlan menambahkan, saat ini negara-negara semakin maju, dan jika ingin melakukan usaha di luar negeri harus melalui proses tender.
"Sekarang negara-negara semakin maju semua negara maju pasti pakai tender," imbuhnya.
Selain itu, menurut Mantan Dirut PLN itu, kekalahan Telkom dalam proses tender di Myanmar sangat wajar. Karena mempunyai persyaratan yang cukup berat.
"Wajar karena BUMN kita kalau melakukan tender internasional juga melakukan hal sama, contoh PLN yang melakukan tender travo 500 kilowatt (kw) itu kan lebih ringan dari telkom, itu persyaratannya misalnya pabrik itu harus mempunyai travo di negera tropis, bukan hanya di luar negeri, minimal tiga tahun," tutupnya.
Sebelumnya, Dahlan mengatakan bahwa ketidaklolosan PT Telkom dalam tender di Myanmar karena bemum mempunyai segudang pengalaman menjadi perusahaan operator telekomunikasi di luar negeri. (wan)
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.