Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penyediaan Lahan untuk Sektor Migas Terhambat

Dina Mirayanti Hutauruk , Jurnalis-Senin, 15 April 2013 |15:04 WIB
Penyediaan Lahan untuk Sektor Migas Terhambat
Ilustrasi (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Direktur Eksekutif Iress Marwan Batubara menyebut, pengadaan tanah untuk kepentingan umum bertujuan menyediakan tanah bagi pelaksanaan pembangunan guna meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran khususnya dalam sektor migas masih menyimpan banyak kekurangan.
 
“Pengadaan lahan untuk infrastruktur minyak, gas, dan panas bumi masih memiliki banyak kekurangan,” Ungkap Direktur Eksekutif Iress Marwan Batubara di Hotel Atlet Century Jakarta, Senin (15/4/2013).
 
Dia mengatakan, kekurangan itu antara lain belum adanya aturan dasar, prinsip dan mekanisme, kelembagaan pengadaan tanah belum ditetapkan dan ukuran khusus pembiayaan pengadaan tanah belum tersedia.
 
“Selain itu kriteria kegiatan yang dapat dikategorikan sebagai kepentingan umum belum jelas. Saat ini 20 persen lahan yang ditetapkan sebagai kepentingan umum masih dalam penggodokan,” tambahnya.
 
Lebih lanjut, dia menjelaskan, dengan adanya kekurangan-kekurangan tersebut, proses pengadaan kepentingan umum sering terhambat oleh diskontinuitas anggaran.
 
“Selain itu, definisi pembangunan kepentingan umum juga sering tidak jelas dan juga diperdebatkan sampai saat ini,” tambahnya.
 
Akibat dari kekurangan-kekurangan tersebut, tambah Marwan, timbulnya pengadaan tanah yang bersinggungan dengan isu hukum mendasar seperti hak azasi manusia, prinsip keadilan, prinsip keseimbangan kepentingan negara dengan kepentingan masyarakat. Salah satu yang sering terjadi adalah ganti rugi.

“Agar terjadi keadilan dan mengurangi dampak sosial ekonomi, ganti rugi juga harus memperhitungkan hilangnya hak atas tanah, bangunan, tanaman, hilangnya pendapatan dan bantuan untuk pindah ke lokasi lain yang dilengkapi dengan fasilitas yang layak,” jelas dia.
 
“Data akurat tentang  korban penggusuran dan besarnya ganti kerugian mutlak dilaksanakan survai dasar dan sosial ekonomi,” pungkasnya.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement