JAKARTA - PT Mass Rapid Transit (MRT) memprediksi anggaran pembangunan MRT tahap II dibutuhkan dana sekira 113 miliar yen, dengan rute Bundaran HI-Kampung Bandan dengan jarak 8,1 kilometer (km).
"Modal ini pinjaman dari JICA, dengan bunga di bawah satu persen selama 40 tahun," kata Direktur Utama MRT Dono Boestami, saat diskusi santai di Hotel Pullman, Jakarta, Senin (15/4/2013).
Dono melanjutkan, MRT akan segera mencanangkan soft launching proyek MRT. Di mana ketika launching dilaksanakan, maka argo pelaksanaan pembangunan proyek MRT sudah berjalan.
Tidak hanya itu, proyek pembangunan MRT ini masih banyak menuai kendala, dengan meminimalisir kendala yang ada saat ini, pihak PT MRT membagi tugas menanggulangi kendala kepada masing-masing direksi, seperti kendala teknis di atasi oleh direktur konstruksi dan masalah keuangan tanggung jawab direktur keuangan.
"Kami harus melakukan RUPS tahun buku 2012, karena pelaksanaan ini dipersetujui melalu RUPS," tambahnya.
Sebelumnya, PT MRT akan melaksanakan proyek pembangunan MRT tahap I yaitu dengan rute Lebak Bulus-Bundaran HI, dengan panjang rute 15,2 Kilometer (KM).
Dono mengatakan, dibutuhkan sekira 125 miliar yen untuk pembangunan tahap I. Dimana proyek ini dibiayai penuh oleh pemerintah melalui pinjaman luar negeri Jepang yakni, JICA.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.