Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

SBY Minta Distribusi Pupuk Terjaga

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Selasa, 16 April 2013 |10:15 WIB
SBY Minta Distribusi Pupuk Terjaga
Presiden SBY. (Foto: Koran SI)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan saat ini, industri pupuk kita terus berkembang dan produksi terus meningkat. Hal ini tentunya sesuai dengan program pemerintah untuk surplus beras, yang memerlukan dukungan pupuk.

SBY menjelaskan, jika saat ini kalau produksi beras dan pangan kita cukup, maka harga akan lebih stabil, sehingga baik bagi masyarakat.

"Semuanya untuk meningkatkan produksi pangan," kata SBY, melalui akun twitternya @SBYudhoyono, seperti dilansir dari situs Setkab, Selasa (16/4/2013).

Dalam kunjungannya ke PT Pupuk Kujang, Kabupaten Karawang, Jabar. SBY meminta, meskipun kelangkaan pupuk tidak ada lagi, namun semua pihak tidak boleh cepat puas. Karenanya, Jika ada masalah harus segera diatasi.

"Permasalahan ketersediaan dan harga gas bagi industri pupuk, harus bisa diatasi. Pertamina dan PT Pupuk (harus) carikan solusinya," kata SBY.

Dia menegaskan, distribusi pupuk harus dijaga agar sampai ke petani tepat waktu dan tepat jumlah. Selain itu, penyaluran juga harus dilakukan secara efisien dan tanpa penyimpangan.

Sekadar informasi, SBY mengunjungi PT Pupuk Kujang, Cikampek di kawasan Cikampek, Karawang, dan melakukan pertemuan dengan jajaran direksi serta para pejabat perusahaan BUMN tersebut.

Pertemuan yang diikuti oleh sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, di antaranya Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, Menperin MS Hidayat, Mendag Gita Wirjawan, Mentan Suswono, Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo, Menteri PU Djoko Kirmanto, Mendikbud Mohammad Nuh, Menteri Koperasi dan UKM Syarifuddin Hasan, dan Menteri BUMN Dahlan Iskan itu berlangsung tertutup.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement