JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta kepada PT PLN (Persero) selaku penyedia fasilitas dan perusahaan sektor hiir di kelistrikan untuk mengembangkan proyek panas bumi (geothermal) dengan mewadahi investor lewat kebijakan-kebijakan yang membantu dalam mengelola izin di lokasi proyek.
Menteri ESDM Susilo Suswoutomo mengatakan, fasilitas yang diupayakan PLN jangan sampai menghambat investor dalam mengelola pengembangan panas bumi.
"PLN harus kasih fasilitas menarik. Harus diminati swasta. Tentu perlu ada return juga ketika memang dia mau melakukan investasi," ujar Susilo kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (18/4/2013).
Susilo menambahkan bentuk return ini dapat berupa kebijakan tarif yang menguntungkan investor dalam menjual sumber energi geotermal.
"Misalnya antara eksplorasi pengembangan dan penjualan harus saling menguntungkan bagi investor. Kasih harga yang menarik jika PLN ingin beli sumber panas bumi punya investor," jelasnya.
Lanjut Susilo, hambatan krusial lainnya adalah mengenai lokasi proyek geothermal yang banyak berada di pegunungan dan lokasi hutan. Dengan kondisi lokasi yang sulit dijangkau, izin dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut) juga perlu didapatkan ketika mau melakukan eksplorasi di tempat seperti itu.
"Hambatan tentu lokasi dan mengenai izin yang hingga kini kadang masih sulit. Karena itu koordinasi pusat dan daerah harus dioptimalkan," tuturnya.
Selain itu, dengan adanya kemudahan yang akan diberikan, pemerintah juga akan melakukan percepatan pengembangan penyerapan panas bumi (geotermal).
"Kita akan geber pengembangan geotermal. Kita akan mudah semua aturan bukan berarti melanggar tetapi tetap berjalan sesuai harapan," pungkasnya. (wan)
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.