Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Siap-Siap, Pemerintah Siap Sunat Anggaran Kementerian 12%

Fakhri Rezy , Jurnalis-Jum'at, 19 April 2013 |08:36 WIB
Siap-Siap, Pemerintah  Siap Sunat Anggaran Kementerian 12%
Ilustrasi (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah berencana untuk memotong anggaran belanja Kementerian dan Lembaga (K/L) sebesar 12 persen bersama dengan rencana pembatasan BBM. Hal ini dilakukan agar dampak pembatasan tidak hanya menimpa masyarakat saja tetapi juga pemerintah.
 
"Pemerintah juga akan berencana memotong anggaran belanja K/L 12 persen," ujar Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah saat ditemui Okezone, Jakarta, Jumat (19/4/2013).
 
Firmanzah mengatakan, pemerintah ingin pengurangan subsidi BBM jangan sampai menjadi beban ke masyarakat. Dampak pembatasan BBM, menurut dia, juga harus membuat pemerintah efisien.
 
"2012 juga pernah melakukan efisiensi anggaran kementerian yang dirasa masih bisa di lakukan seperti perjalanan dinas dan pengeluaran-pengeluaran yang bisa di potong 12 persen," ujar Firmanzah.
 
Mantan dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) ini menambahkan, kemungkinkan pemotongan tersebut satu paket dengan kebijakan-kebijakan pemerintah untuk pembatasan BBM.
 
"Itu dalam satu paket bersama pembatasan BBM yang ada dual pricing (harga BBM subsidi). Jadi pemerintah akan mengusahakan ada efisiensi anggaran," tutup Firmanzah.
 
Sebelumnya, Menteri Perekonomian Hatta Rajasa menyebut, Mei mendatang, pemerintah berencana melakukan pembatasan BBM subsidi dengan cara membedakan harga premium. Kendaraan roda dua dan pelat kuning masih bisa merasakan subsidi penuh dan membeli premium Rp4.500 per liter. Sedangkan kendaraan pelat hitam membeli premium seharga Rp6.500 per liter.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement