Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BBM Naik, Kemenkeu Tetap 'Sunat' Anggaran Belanja K/L

Fakhri Rezy , Jurnalis-Jum'at, 19 April 2013 |15:12 WIB
  BBM Naik, Kemenkeu Tetap 'Sunat' Anggaran Belanja K/L
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tetap memberlakukan efisiensi dan penghematan belanja Kementerian Lembaga (K/L) walaupun sudah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Pasalnya, dibutuhkan pembiayaan tambahan untuk beberapa sektor.

"Pembiayaan, salah satunya nanti dari efisiensi anggaran K/L, dan ini juga sebagai bagian dari sharing the pain dari K/L untuk melakukan efisiensi," kata Wakil Menteri Anny Rahmawati di kantornya, Jakarta, Jumat (19/4/2013).

Anny mengatakan, walaupun defisit sudah diperlebar, akan tetap konsumsi BBM masih tetap. Selain itu, dana sebesar 20 persen harus dialihkan ke pendidikan, di sisi lain, transfer daerah naik karena migas.

"Overall kalau defisitnya diperlebar dari 1,65 persen jadi 2,4 persen maksimal. Itu kan berarti ada pelebaran defisit yang butuh pembiayaan," ujar Anny.

Anny menjelaskan, tidak semua bisa dibebankan dari penerbitan surat utang. Oleh karena itu, harus dibagi antara penghematan K/L, dan kemungkinan penggunaan Saldo Anggaran Lebih (SAL). "Baru sisanya pada level yang aman untuk penerbitan surat utang negara, karena kita juga tidak ingin beban utang makin tinggi," jelasnya.

Menurut Anny, saat ini sudah didapatkan berapa besaran yang harus dilakukan efisiensi, namun dia enggan membeberkan. Selain itu, Kemenkeu sudah menetapkan K/L mana saja yang akan dilakukan efisiensi.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement