Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Adaro Pangkas Proyeksi Produksi Batu Baranya

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Jum'at, 19 April 2013 |12:48 WIB
Adaro Pangkas Proyeksi Produksi Batu Baranya
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mengakui produksi batu bara untuk pada 2012 menurun sebesar satu persen. Selain itu, volume penjualan batu bara Adaro juga turun 4,3 persen year-on-year (Y-o-Y) menjadi 47,2 juta ton dan 48,6 juta ton.

"Namun dengan mulai pulihnya pasar batu bara pada kuartal ke IV-2012, kami dapat memanfaatkan kondisi tersebut dan mampu menghasilkan rekor produksi kuartalan dengan volume sebesar 13,3 juta ton," kata Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (19/4/2013).

Thohir menambahkan, walaupun volume produksi 2012 di bawah pedoman, namun produksi sebesar 48 juta ton sampai dengan 51 juta ton, maka dia mengatakan Adaro akan tetap menjaga kestabilan harga.

"Kami membuat keputusan untuk tidak akan melakukan penambahan penjualan pada saat harga batu bara terpangkas dan tetap menjaga strategi untuk mempertahankan harga yang menguntungkan," tambahnya.

Selain itu, perseroan juga menargetkan produksi batu bara di 2013 sebanyak 50-53 juta ton yang naik tipis dari target produksi tahun sebelumnya yakni sebanyak 47-50 juta ton.

"Dari target 47-50 juta ton di tahun lalu, perseroan berhasil memproduksi 47,2 juta ton dari target yang semula mencapai 51 juta ton kemudian direvisi  menjadi hingga 50 juta ton," jelasnya.

Menurutnya, perseroan tetap optimistis dapat mencapai target tersebut "Kami optimistis dapat tercapai walaupun di tengah harga batu bara sedang terjadi penurunan," tukas dia.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement