JAKARTA - Rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar Rp2.000 menjadi Rp6.500 per liter membuat PT Adaro Energy Tbk (ADRO) melakukan upaya penghematan di segala sektor bisnis termasuk biaya operasional perusahaan.
Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir mengatakan dari upaya penghematan tersebut, Adaro telah membangun alternatif dalam penghematan biaya. Hal tersebut hingga saat ini masih menjadi fokus dari Adaro untuk melakukan efisiensi dari operasi perusahaan.
"Ya efisiensinya nanti dalam rangka untuk penghematan," ungkap Thohir, kepada wartawan di Balai Kartini, di Jakarta, Jumat (19/4/2013).
Saat ditanya rencana ekspansi, Garibaldi menyebut, pihaknya mengaku akan melakukan akuisisi lahan tambang batu bara dengan alokasi dana yang telah dianggarkan dalam belanja modal (capital expenditur/capex) pada 2013 sebesar USD150 juta-USD200 juta yang diperoleh dari kas internal dan standby facilities.
"Namanya bisnis tambang batu bara itu jangka panjang. Intinya bagaimana kita bisa mengatur cost. Nah, makanya Adaro bagaimana bisa lebih efisien," pungkasnya.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.