JAKARTA - PT Wijaya Karya (WIKA) menyatakan bahwa rencana pemerintah menaikkan BBM bersubsidi akan berdampak kepada biaya material terhadap bisnis usaha di bidang pembangunan.
Direktur Utama SDM & Pengembangan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) Tonny Warsono mengatakan bahwa pihaknya tidak akan mengeluh dengan naiknya harga BBM dari Rp4.500 menjadi Rp6.500 kepada pemerintah.
"Berdampak ke bisnis kita sudah pasti tapi kita tidak mengeluhkan kepada pemerintah," kata Tonny dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (21/4/2013).
Tonny melanjutkan, dalam mengatasi naiknya harga BBM, maka pihaknya akan melakukan efisiensi terhadap biaya operasional perusahaan.
"Salah satu dampaknya ke transportasi darat untuk mengangkut beton tapi jangan khawatir perusahaan BUMN sudah tahan banting," tutupnya.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.