JAKARTA - Lengsernya Agus DW Martowardojo dari kursi menteri keuangan (menkeu) membuat banyak spekulasi mengenai pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS). Pasalnya, pembangunan JSS terhambat lantaran Agus Marto enggan mengucurkan dana.
Saat ini, jabatan menkeu diisi oleh Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian Hatta Rajasa selaku pelaksana tugas (plt). Namun, Hatta enggan membahas masalah JSS, sebelum menkeu definitif pilihan presiden ditunjuk.
"JSS biarkan menteri yang baru yang urus," kata Hatta Rajasa di kantor Kemnenterian Keuangan (Kemenkeu), Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (22/4/2013).
Seperti diketahui, Agus Martowardojo dan Hatta Rajasa saling bertolak belakang mengenai keputusan pembangunan JSS ini. Hatta bersikeras bahwa pembangunan JSS bisa mengandalkan swasta dan tidak perlu APBN.
Sedangkan Agus Marto belum juga sepakat dengan usul ini, lantaran pembangunan infrastruktur negara ini, menggunakan APBN sebagai jaminan. Karenanya, jika terjadi kesalahan dalam pembangunan JSS, dinilai dapat mengganggu keseimbangan fiskal.
Adanya usulan dari Agus DW Martowardojo, maka dibentuk sebuah tim tujuh yang terdiri dari Kemenkeu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Bappenas, Sekretariat Kabinet (Seskab), dan Sekretariat Negara (Sesneg).
Tim tersebut akan bekerja selama dua minggu untuk serta akan melaporkan kepada dewan pengarah pengembangan kawasan strategis dan infrastruktur JSS. Nantinya setelah dua minggu tersebut tim tujuh mepaorkan hasil daripada koordinasi dan akan disampaikan pada rapat yang akan digelar dua minggu kemudian.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.