>

Saatnya Tak Menjadi Pegawai Lagi!

Senin, 22 April 2013 - 19:41 wib | Ade Hapsari Lestarini - Okezone

Rhenald Kasali. (Foto: ist)

Saatnya Tak Menjadi Pegawai Lagi!
JAKARTA - Pandangan masyarakat mengenai pegawai telah bergeser, mereka memilih menggeliatkan ekonominya melalui kemandirian usaha. Masyarakat mulai menumbuhkan jiwa entrepreneur-nya tidak hanya dalam UMKM tetapi juga akan menuju industri skala besar nantinya.

Memilih memulai berwirausaha memang tidak salah. Pilihan ini cenderung menjadi pilihan yang tepat untuk menghadapi masa depan. Entrepreneur merupakan penggerak ekonomi suatu bangsa.

Namun, diperlukan pengetahuan yang cukup untuk berwirausaha. Pemahaman mengenai perubahan sikap dan cara berpikir, penggalian inspirasi, perencanaan bisnis, tren bisnis dan risiko, pengelolaan SDM, hingga manajemen operasional yang baik harus dikuasai.

Rhenald Kasali School for Entrepreneur (RKSE) menyusun pelatihan untuk membangkitkan jiwa entrepreneur bagi calon entrepreneur yang masih terbelenggu oleh paradigma wirausaha.

"Kemampuan entrepreneur mereka akan diasah dengan benar, cara berpikir yang bermental pegawai dirombak, dan disiapkan untuk menjadi entrepreneur sukses," tukasnya dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone, Senin (22/4/2013).

Menurut dia, pelatihan ini akan membangkitkan jiwa entrepreneur, mengubah paradigma negatif mengenai berwirausaha, membangun network melalui milis dan forum Rhenald Kasali School for Entrepreneurs, membantu membongkar mental block yang membelenggu untuk berwirausaha.

Kemudian mengenalkan kreatif thinking dalam mencari dan mengembangkan ide-ide bisnis, membahas bisnis-bisnis rumahan yang unik dan tidak memerlukan modal besar namun mampu memberikan revenue, mengembangkan potensi diri untuk mulai berwirausaha, memberikan pemahaman apa yang entrepreneur kerjakan, pikirkan, dan eksekusi.

"Para pesertanya pun merupakan calon entrepreneur modern dengan format pelatihan akan dilakukan dengan intensif boot camp selama tiga hari di Rumah Perubahan pada 26-28 April 2013," jelasnya.

Pokok-pokok pelatihannya meliputi opportunity seeking behaviour, membongkar mental block, perencanaan dan pengelolaan keuangan, kepemimpinan yang melayani, strategi memulai usaha, mengembangkan dan franchise, creative thinking manajemen SDM dan leadership, menjadi wirausaha yang bankable, marketing services, serta sharing by expert. (adv) (ade)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Tekad Pemerintah di 2020, Elektrifikasi Capai 99%