JAKARTA - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menganggarkan belanja modal sebesar Rp2,2 triliun pada tahun ini. Hingga triwulan pertama 2013, perseroan telah merealisasikan belanja modal sebesar Rp344 miliar.
Direktur Utama PTBA Milawarma mengungkapkan, dana belanja modal tersebut digunakan untuk pembangunan sarana penanganan batu bara di Tanjung Enim, seperti pembangunan jalur 'belt conveyor' baru serta pembangunan stasiun pemuatan batu bara ke Kereta Api (TLS) baru di lokasi tambang Banko Barat, Tanjung Enim.
"Perseroan akan menggunakan dana belanja modal untuk mendukung bisnis perseroan seperti untuk perluasan Pelabuhan Tarahan. Ini juga meliputi pemasangan dua unit alat bongkar batu bara dari Kereta Api (RCD) yang akan beroperasi di Juli mendatang dan pembuatan Jetty untuk sandar kapal dengan bobot 150 ribu DWT dan pemasangan shiploader baru," jelasnya, di Gran Melia Jakarta, Kamis (25/4/2013).
Menurutnya, perseroan berencana meningkatkan kapasitas batu bara menjadi 25 juta ton per tahun dari sebelumnya 13 juta ton per tahun yang dimulai akhir 2013. Hal tersebut guna mendukung operasional pelabuhan dan menyelesaikan pembangungan PLTU 2x8 mw untuk pemakaian sendiri pada triwulan III tahun ini.
"Kapasitas sandar kapal juga akan ditingkatkan menjadi ukuran 150 ribu DWT (Capsize) dibandingkan sebelumnya 80 ribu DWT (Panamax)," imbuhnya.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.