Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BI Taksir April Akan Alami Deflasi

Rezkiana Nisaputra , Jurnalis-Jum'at, 26 April 2013 |16:44 WIB
BI Taksir April Akan Alami Deflasi
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan hingga pada April 2013 indeks harga konsumen (IHK) akan mengalami deflasi sebesar 0,04 persen. Karenanya, angka inflasi April (year-on-year/yoy) diperkirakan mencapai 5,6 persen, lebih rendah dari inflasi Maret sebesar 5,9 persen.

"Ada perbaikan laju inflasi yang sejak Januari sampai Maret terus meningkat. Selain itu, ini juga sekaligus memperkuat keyakinan kami bahwa inflasi pangan akan terus merendah," ujar Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo saat bincang-bincang media di Gedung BI, Jakarta, Jumat (26/4/2013).

Menurut pantauan harga pangan yang dilakukan BI, inflasi pada bawang merah di pekan ketiga April sebesar 0,15 persen, beras 0,05 persen, jeruk secara umum sebesar 0,09 persen.

"Penurunan inflasi ini karena mulai diatasi oleh pemerintah, bahwa inflasi bahan pangan itu merendah. Mulai April ini kami pun berharap inflasi akan kembali ke pola yang normal," tukas Perry.

Perry menjelaskan, hasil survei BI juga menyebutkan bahwa akan terjadi deflasi pada beberapa komoditas, sehingga kondisi ini memastikan mulai April ini sudah masuk ke dalam pola deflasi.

"IHK ada deflasi sebesar 0,04 persen, jadi April ini inflasi bisa turun menjadi 5,6 persen dan sebesar 2,39 persen year to date. kalau angka pesimis deflasi April 2013 sebesar 0,09 persen dan optimistis 0,01 persen deflasi," ucapnya.

Perry menilai, deflasi terjadi pada cabai rawit sebesar 0,02 persen, bawang putih 0,15 persen dan emas perhiasan 0,05 persen. "Ini berita baik karena menunjukkan bahwa permasalahan pasokan bahan pangan sudah mulai diatasi pemerintah. Kami perkirakan untuk April ini (month-to-month) kembali pada pola deflasinya," tutupnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement