>

Sejarah Depok Jadi Kota Mandiri

|

Marieska Harya Virdhani - Okezone

Kota Depok, Sumber: wordpress

Sejarah Depok Jadi Kota Mandiri
DEPOK - DPRD Depok menggelar sidang paripurna istimewa dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Depok ke 14 yang akan dirayakan pada 27 April besok. Dalam sidang tersebut hanya dihadiri 37 anggota dewan dari 50 anggota.

Sembilan anggota izin, empat anggota sakit. Namun jumlah tersebut tak terkait quorum karena tak akan mengambil keputusan.

Ketua DPRD Kota Depok Rintisyanto mengatakan Depok lahir sejak tahun 1999, sesuai Perda 1/1999 dimana hari jadi Depok ditentukan pada tgl 27 April. "Peringatan hari jadi Depok, rasa syukur sebagai kota mandiri, dengan pembangunan pesat maju dan kondusif," jelasnya dalam sambutannya, Jumat (26/04/2013).

Anggota DPRD Depok dari Fraksi Partai Demokrat Susilawati menyebutkan Depok dari zaman ke zaman. Dimulai dari zaman prasejarah, dimana banyak benda bersejarah di Depok, seperti menhir, gagang golok, pahat batu sebagai simbol zaman Neolitikum.

Lalu zaman pajajaran, pada abad 15, Sri Paduka Maharaja Ratu Haji di Pakuan, yang dikenal Prabu Siliwangi. Serta pada zaman islam, pengaruhnya setelah tahun 1957, dimana agama islam berkembang saat

Banten melawan VOC, di Batavia. Jalan pintas terdekat melalui Depok.Depok pada zaman Jepang dimana setelah Jepang menyerahkan diri pada sekutu, Heiho dan Peta dibebaskan. Hingga akhirnya pada September 1945, di sebuah rumah di jalan Citayam, yang saat ini bernama Jalan

Kartini, diadakan rapat oleh salah seorang tentara Peta asal Depok bernama Tole Iskandar.Akhirnya pada 1981, dibentuklah kotif Depok sesuai PP 43/1981, dan diresmikan tanggal 18 Maret 1982, oleh mendagri.

Terdiri dari tiga kecamatan dan 17 Desa. Terbentuknya kota Depok merupakan tuntutan aspirasi masyarakat, sehingga kotif ditingkatkan menjadi kotamadya dan diresmikan 27 April, sehingga menjadi pusat pemerintahan berbatasan dengan wilayah Kota Jakarta dan penyangga ibukota Jakarta.

"Sebagai kota pemukiman, pendidikan, pelayanan, pusat jasa, pariwisata, dan kota resapan air dengan penduduk 1,8 juta jiwa," tandasnya. (nia)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Bidik Pasar Tiongkok, RI Incar Ekspor Kopi Hingga 10,5%