JAKARTA - Kementrian Perindustrian (Kemenperin) mengklaim anggaran dana pembelian PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) sebesar Rp7 triliun sudah cukup untuk membeli perusahaan penghasil aluminium.
Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, dana Rp7 triliun tersebut yang disimpan dalam PT Penyertaan Modal Negara (PMN) akan dikeluarkan apabila perundingan pembelian Inalum telah selesai.
"Kita siapkan dana Rp7 triliun, mau kita ditaruh di scraw count, kalau selesai berunding, kita transfer," ungkap Hidayat kepada wartawan di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (30/4/2013).
Hidayat menambahkan, dana tersebut sebenarnya cukup, namun saat ini masih dihitung berapa besaran aset Inalum. "Pokoknya dana ini masih cukup, cuma pembeli maunya beli dengan harga rendah dan BPKP harus setuju karena ini aset negara," jelasnya.
Hidayat menuturkan, terdapat adanya selisih perhitungan dari pihak Jepang sebesar USD100 juta atau sekitar Rp920 miliar.
"Itu yang sedang dibicarakan. BPKP hitung selama 30 tahun, hitung versi dia ada perbedaan, sekitar USD100 juta. Perbedaan karena ada perbedaan perhitungan nilai dan membuat rumusan kalkulasi beda," pungkas Hidayat. (wan)
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.