JAKARTA - Pembangunan Jalan Tol Trans-Sumatra rencananya akan diberikan kepada perusahaan BUMN yang belum melakukan penawaran saham perdana (Initial public offering/IPO), atau seratus persen masih milik pemerintah.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pembahasan mengenai pembangunan jalan tol Sumatra saat ini belum rampung. Menurutnya, pemerintah belum memutuskan siap yang akan mendampingi Hutama Karya.
"Ini masih kita bahas, tadi masih ada pembahasan terkait Perpresnya, karena Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, menginginkan agar pembangunan jalan tol Sumatera dipegang tidak hanya oleh satu BUMN saja," kata Hatta di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (2/5/2013).
Dia menjelaskan, saat ini Kementerian PU telah meminta pengerjaan jalan tol diserahkan oleh beberapa BUMN dan konsorsium. "Karena ini sifatnya penugasan, maka pengerjaannya kemungkinan diberikan kepada BUMN yang seratus persen milik negara," tambah dia.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, jalan tol Sumatra tidak mungkin dikerjakan sendirian oleh Hutama Karya. "Ada 23 ruas jalan Sumatra yang akan dibangun dan tidak mungkin Huatama karya sanggup mengerjakannya sendirian," tuturnya.
Di kesempatan yang sama, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, pengerjaan pembangunan jalan tol Sumatera akan dilakukan melalui penugasan kepada perusahaan BUMN. Namun penunjukan perusahaan yang akan memegang proyek besar tersebut masih dalam pembahasan.
"Sekarang bagaimana cara penunjukan yang belum ada, apakah misalnya perusahaannya harus 100 persen miliki pemerintah," katanya.
Menurutnya, diperlukan perusahaan BUMN yang relatif kuat untuk mengerjakan jalan tol. Salah satu perusahaan BUMN yang dianggap mampu yakni Hutama Karya. "Pilihannya kan tiga, boleh Hutama karya saja, Hutama Karya dengan yang lain, atau Hutama Karya dengan konsorsium," jelas dia.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.