Kuartal I, Ekonomi DIY Tumbuh 5,32%

|

Kuntadi - Koran SI

Kuartal I, Ekonomi DIY Tumbuh 5,32%
YOGYAKARTA – Kondisi perekonomian di DIY pada triwulan I-2013 tumbuh sekitar 5,3 persen. Sektor pariwisata masih menjadi tumpuan ekonomi DIY, dengan dampak pada berbagai sektor usaha yang ada. Pertumbuhan juga terjadi pada sektor perbankan, khususnya perbankan syariah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) DIY Arief Budi Santoso mengatakan pada bulan April lalu, di Yogyakarta terjadi deflasi 0,33 persen. Ini terjadi karena banyak harga barang seperti beras, bawang merah dan putih dan hingga emas yang turun.

Namun kondisi ini belum sepenuhnya aman, karena di masa mendatang aka nada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), kenaikan tarif dasar listrik (TDL) pada tahap kedua dan ketiga.

Kenaikan ini ujarnya rentan berpengaruh terhadap inflasi. Hanya saja Bank Indonesia (BI) belum bisa memperkirakan berapa laju inflasi yang akan muncul. Terlebih kenaikan BBM juga belum jelas kapan dan nominalnya.

"Pertumbuhan ekonomi di Yogyakarta bagus, tetapi masih mengandalkan sector pariwisata," ujarnya kepada wartawan, Jumat (3/5/2013).

Pariwisata, kata Arief, mampu menimbulkan multiplyer effect yang luas. Diantaranya sector jasa, perdagangan perhotelan dan beberapa industry kerajinan dan UKM. Sehingga semakin tinggi wisatawan yang berkunjung akan semakin meningkatkan daya beli masyarakat.

Terlepas dari masalah itu, pertumbuhan ekonomi di Yogyakarta juga banyak di-support dari pertumbuhan sektor properti. Banyak hotel tumbuh dan properti komersial. Bahkan banyak investor nasional yang menanamkan investasinya di Yogyakarta.

"Tingginya inflasi bisa terjadi saat tahun ajaran baru dan Lebaran nanti," pungkasnya. (wan)
(wdi)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Rupiah Tertekan karena Kekhawatiran Pasar Terhadap Rusia