JAKARTA - Pembangunan ruas jalan Tol Sumatera diklaim kurang diminati investor. Hal ini, lantaran wilayah serta volume kendaraan yang saat ini masih sepi.
"Medan-Binjay, palembang-indralaya, investornya enggak ada. Kurang menguntungkan, terlihat dari hitungan lalu lintasnya, masih sepi," kata Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (3/5/2013).
Dahlan berharap pembangunan proyek Tol Sumatera dapat dikerjakan dengan cepat. Pasalnya, Tol Sumatera harus mempunyai infrastruktur yang bagus dan baik, karena perekonomian Sumatera bagus. "Yang lain belum ditenderkan, kalau tunggu ditenderkan akan lama lagi tunggunya. Belum ada peminat," tambahnya.
Sebelumnya, Guna membangun lima ruas tol Sumatera PT Hutama Karya akan membentuk konsorsium dengan sejumlah PT Perkebunan Nusantara (PTPN) yang beroperasi di Sumatera. Dengan pembentukan konsorsium ini, diharapkan biaya pembangunan tol dapat ditekan hingga 60 persen.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto akan menemui Menteri BUMN Dahlan Iskan, dan Menko Perekonomian Hatta Rajasa, terkait rencana pembangunan lima ruas jalan tol Sumatera. Pertemuan tersebut akan membicarakan pengintegrasian pembangunan tol dengan program MP3EI.
"Kita akan bertemu dulu dan akan berbicara dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian PU, dan Menteri BUMN," ungkap Djoko.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.