MAKASSAR - Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada triwulan I-2013 mencapai Rp42,661 triliun. Sedangkan PDRB atas dasar harga konstan 2000, mencapai Rp15,250 triliun.
PDRB Sulsel pada triwulan I-2013 dibandingkan triwulan yang sama pada 2012 (year on year/yoy) mengalami pertumbuhan sebesar 7,79 persen.
"Pertumbuhan ini didukung oleh semua sektor ekonomi yang positif. Pertumbuhan tertinggi dialami oleh sektor pertambangan dan penggalian sebesar 17,59 persen dan terendah sektor pertanian 0,49 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel Nursam Salam di kantornya, Makassar, Senin (6/5/2013).
Namun, jika dilihat perbandingan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2013 dengan triwulan IV-2012 (q-to-q) atas dasar harga konstan 2000 terjadi peningkatan 2,09 persen. Pertumbuhan ini didukung oleh sektor pertanian sebesar 15,67 persen dan sektor lain-lain. "Pertumbuhan sektor pertanian yang sangat tinggi digerakkan oleh sub sektor tanaman bahan makanan yang tumbuh hingga 42,68 persen," ujar Nursam.
Struktur perekonomian Sulsel pada triwulan I-2013 masih didominasi oleh tiga sektor utama yaitu pertanian yang menyumbang 23,85 persen, sektor perdagangan, restoran dan hotel yang menyumbang 18,02 persen, serta sektor jasa-jasa yang menyumbang sekitar 17,32 persen terhadap nilai agregat nilai PDRB Sulsel.
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Sulsel triwulan I-2013 dibandingkan waktu yang sama 2012 lalu didukung oleh kenaikan seluruh komponen pengeluaran. Komponen PMTB memberikan pertumbuhan tertinggi hingga 12,64 persen.
"Jika dibandingkan triwulan IV-2012, pengeluran konsumsi rumah tangga secara riil meningkat sebesar 0,99 persen, pengeluaran konsumsi LNPRT sebesar 3,72 persen sedangkan pengeluaran konsumsi pemerintah turun sebesar 4,16 persen dan pembentukan modal tetap bruto turun 4,20 persen," tuturnya.
Selain itu, BPS juga mencatat ekspor barang dan jasa Sulsel juga turun sebesar 9,74 persen yang diikuti menurunnya impor barang dan jasa sebesar 0,65 persen.
Masih dari sisi pengeluaran, pada triwulan I-2013 komponen konsumsi rumah tangga masih mempunyai kontribusi terbesar terhadap PDRB Sulsel yakni 48,29 persen, naik sekitar 0,09 poin jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. "Sementara kontribusi komponen pengeluaran konsumsi LNPRT sebesar 0,85 persen merupakan kontribusi terendah," tukas Nursam.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.