Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mendag Dorong Ibu-Ibu Iwani Jadi Pengusaha Sapi

Dina Mirayanti Hutauruk , Jurnalis-Sabtu, 11 Mei 2013 |13:44 WIB
Mendag Dorong Ibu-Ibu Iwani Jadi Pengusaha Sapi
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan mendorong para pengusaha perempuan yang tergabung dalam Ikatan Pengusaha Wanita Indonesia (Iwani) untuk menjadi pengusaha sapi.

"Saya usulkan ibu-ibu menjadi pengusaha sapi karena ini besar peluang bisnisnya," ungkap Gita Wirjawan dalam acara Rakornas Iwani di Gedung Smesco, Jakarta, Sabtu (11/5/2013).

Dia mengatakan, saat ini konsumsi daging sapi per orang di Indonesia hanya 2,2 kg per tahun, padahal daging sapi merupakan sumber protein yang tinggi yang baik untuk mendukung kecerdasan bangsa.

"Harusnya kita bisa melihat negara-negara lain dalam konsumsi daging sapi misalnya Argentina konsumsi per orang 50 kg per tahun. Konsumsi kita harusnya bisa naik agar pemenuhan protein kita mencukupi," tutur Gita.

Dia menambahkan, jika konsumsi daging sapi Indonesia naik menjadi 20 kg per tahun untuk satu orang maka akan membutuhkan dana sekitar USD35 miliar per tahun dan ini merupakan peluang besar bagi pengusaha. "Ibu-ibu mau gak jadi pengusaha daging sapi?" tanya Gita.

Lebih lanjut ia mengatakan kalau pengusaha perempuan tertarik dengan bisnis daging sapi maka pihaknya akan menfasilitasi segala urusannya, kecuali menyangkut tanah. "Kami akan fasilitasi semuanya, kecuali tanah," ujarnya.

Gita menyampaikan, untuk menekuni bisnis daging sapi pengusaha tidak boleh menggunakan metode pastorial yang dilakukan oleh Australia. Di mana pengusaha ternak sapi membuka peternakan dalam areal yang luas.

"Di sini tidak bisa seperti itu karena lahan kita sempit kecuali di daerah Nusa Tenggara Barat. Tapi saya sarankan gunakan metode India dimana di tiap rumah tangga di buat ternak sapi, tinggal nanti bagaimana pengusaha mengkoordinasikan para ternak rumah tangga tesebut dan menyesuaikan harga yang tepat," timpalnya.

Gita mengatakan, untuk meningkatkan konsumsi 20 kg per hari akan sangat memungkinkan. "Itu sebagai upaya kita mencerdaskan bangsa dengan protein.Jangan kita kaya dalam ekonomi tapi kita tak bisa berinvestasi dalam pendidikan," ujarnya.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement