JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan akan menurunkan pasokan gas untuk ekspor dan terus meningkatkan pasokan gas bagi domestik guna mendukung kebutuhan energi gas bagi nasional.
Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini mengatakan, pada 2013 SKK Migas menargetkan, pasokan gas untuk domestik sebanyak 3,4 Billion British Thermal Unit per Day (BBTUD) sedangkan untuk ekspor sebanyak 3,5 BBTUD, sedangkan pada 2012 pasokan gas domestik sebanyak 3,55 BBTUD sedangkan untuk ekspor sebanyak 3,6 BBTUD.
"Untuk mencukupi gas domestik, maka kita akan turunkan ekspor, tapi tidak bisa langsung memutus kontrak, karena ada bisnis etik," ujar Rudi saat konferensi pers 100 hari kinerja SKK Migas di kantor SKK Migas, Jakarta, Senin (13/5/2013).
Rudi menjelaskan untuk 2014 SKK Migas menargetkan pasokan gas untuk domestik jauh lebih besar dibandingkan ekspor. "Pasokan gas ke domestik ditargetkan mencapai 4,5 BBTUD sedangkan untuk ekspor hanya 3,8 BBTUD," jelasnya.
Menurut Rudi, banyaknya keluhan dari pelaku industri di Indonesia yang merasa kekurangan gas. Dia mengungkapkan, hal tersebut karena produksi gas nasional memang belum mencukupi. Padahal pasokan gas untuk industri jauh lebih besar dibandingkan untuk lifting, pupuk dan PLN.
"Jadi industri jangan mengeluh, karena pasokan untuk domestik, industri dapat jauh lebih besar," tegasnya.
Rudi menuturkan, kurangnya kebutuhan gas domestik karena memang tidak mudah untuk memenuhi seluruh kebutuhan gas nasional, namun pihaknya tetap berusaha untuk memenuhi semua itu.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.