JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan pada 2016 eksplorasi minyak dan gas bumi mampu mengakomodasi kebutuhan gas untuk industri petrokimia nasional.
"Kami harapkan industri petrokimia bisa meningkat pertumbuhannya," jelas Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini kepada wartawan di kantor SKK Migas, Jakarta, Senin (13/5/2013).
Pasalnya menurut Rudi, saat ini SKK Migas diminta mengakomodasi pasokan gas dalam negeri untuk mengembangkan industri petrokimia nasional. Menurut dia, Permintaan tersebut merupakan dorongan Menko Bidang Perekonomian Hatta Rajasa guna menumbuhkembangkan usaha petrokimia lokal yang masih cukup minim.
"Sebab, implikasi ini akan berimbas positif bagi sektor industri ke depannya," jelasnya.
Rudi menambahkan, SKK Migas belum mampu merealisasikan hal tersebut lantaran sejumlah lapangan produksi gas nasional masih memiliki kontrak jangka panjang dengan asing. Sebagai gantinya, tahun ini pihaknya mengoptimalkan kebutuhan gas domestik hingga 40 persen.
"Yang jelas kita terus lakukan optimalisasi pasokan untuk domestik. Saat ini sekitar 40 persen produksi gas disalurkan untuk kebutuhan di dalam negeri, sementara sisanya masih diekspor karena ada kontrak jangka panjang," tukas dia.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.