>

BRI Klaim Bayar Pesangon Pensiunan Sesuai Aturan

|

Rezkiana Nisaputra - Okezone

Ilustrasi. (Foto: Koran Sindo)

BRI Klaim Bayar Pesangon Pensiunan Sesuai Aturan
?JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengklaim pihaknya telah membayarkan kewajibannya pada para pensiunan. Pernyataan ini terkait adanya demo yang dilakukan oleh pensiunan BRI yang meminta haknya untuk segera dibayarkan.

Corporate Secretary BRI Muhamad Ali mengatakan, pembayaran pesangon yang dilakukan BRI kepada para pensiunan tersebut sudah sesuai dengan Surat Keputusan (SK) 883, di mana SK tersebut sudah diputuskan oleh Mahkamah Agung (MA) pada 2009. Selain itu apa yang sudah dilakukan BRI adalah berdasarkan dengan UU Nomor 13 tahun 2003 mengenai ketenagakerjaan.

"Kita sudah membayarkan pesangon sesuai dengan putusan SK 883 dan apa yang sudah kami lakukan itu sesuai dengan UU No 13 Tahun 2003. Saat inikan SK tersebut telah mendapatkan legal opinion dari Kementerian Tenaga Kerja, di mana SK 883 ini sudah sesuai dengan UU 13 tahun 2003,” ujar Muhamad Ali, saat di temui di kantornya Gedung BRI I, Jakarta, Senin (13/5/2013).

Ali menambahkan, ?menurut datanya sejak 2003 sampai 2012 ada 7.555 pegawai yang pensiun. Sedangkan dari jumlah tersebut sebanyak 6.888 orang saat ini pada penghitungan kompensasi pensiunnya sudah selesai.

"Nah dari jumlah itu sebanyak 5.935 orang tidak memperoleh kompensasi karena telah menerima pesangon sesuai dengan aturannya," tukasnya.

?Sementara itu, lanjut Ali, sebanyak 6.888 pensiunan yang dapat kompensasi ada sekira 953 orang. Dia menjelaskan, kompensasi tersebut ada tiga kemungkinan yakni yang pertama, pesangon yang diterima harusnya lebih besar dari iuran pensiun, dan pengusaha wajib membayar selisih kekurangannya berapa.

"Lalu yang kedua, kalau sudah sama besar, ya sudah dan ketiga itu kalau lebih besar, sebenarnya pengusahanya berhak minta kelebihan pembayaran pesangon kembali dari pekerjanya tapi BRI tidak minta,” imbuh Ali.?

Selain itu, sebanyak 953 pensiunan tersebut adapun total kompensasinya plus pajak yang akan dibayarkan sekira Rp27,5 miliar. Saat ini ada sebanyak 667 orang sedang diproses, dan seluruhnya diharapkan dapat selesai pada semester pertama tahun ini.

"Kalau untuk nilai kompensasinya sendiri, itu berbeda-beda kan tergantung dari berapa lama masa bakti, tingkat jabatan terakhir, dan kinerja selama menjadi pegawai," tutup Ali. (wdi)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    "Kilang Pertamina Lebih Tua dari Kakek Kita"