JAKARTA - PT PLN (Persero) mengklaim dapat mampu memenuhi target capaian pelanggan listrik prabayar di Tanah Air yang ditargetkan 10 juta pelanggan pada tahun ini.
"Sekarang posisi pelanggan prabayar kita sampai hari ini sudah 9.741.000. Hampir tembus dari target tahun ini sebesar 10 juta," ujar Benny kepada wartawan di Kantor PLN Pusat, Jakarta, Selasa (14/5/2013).
Benny menjelaskan, dengan pencapaian yang hampir 10 juta, pihaknya menargetkan dalam waktu yang tidak terlalu lama dapat penuhi target bahkan melampauinya. "Dua bulan ini paling mencapai 10 juta bahkan untuk sampai akhir tahun melebihi target," jelas Benny.
Benny mengungkapkan, sebaran pelanggan prabayar ini terutama di daerah Pulau Jawa karena penduduknya yang besar. Namun, menurut dia, pelanggan unit terbesar berada di kawasan Indonesia Timur.
"Jumlah pelanggan per unit yang paling besar pelanggan rumah tangga di Kalimantan Timur di NTB dan NTT sekitar 50-60 persen karena lebih banyak yang migrasi penggunanya dari pascabayar ke prabayar," tutur Benny.
Menurut Benny dengan teknologi baru mudah dan praktis pembayaran listrik dengan pra bayar membuat pelanggan pasca bayar migrasi.
"Teknologi baru mudah dan praktis. Mereka beralih ke prabayar. Dan kami lebih memberi apresiasi pelanggan migrasi ke prabayar daripada pelanggan baru yang baru menggunakan prabayar," tandasnya. (wan)
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.