JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2013 diperkirakan akan berada di kisaran 6,15 persen. Sementara, untuk inflasi diprediksikan akan melonjak ke 8,1-8,5 persen.
"Kita memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai akhir tahun 6,15 persen," jelas Chief Economist Bank Mandiri Destry Damayanti, di Plaza Mandiri, Jakarta, Selasa (14/5/2013).
Destry mengatakan, melihat pertumbuhan ekonomi kuartal I-2013 memang masih di atas pertumbuhan rata-rata 2006-2012 yakni 5,9 persen. Meski demikian, tren perekonomian Indonesia sudah mulai melambat. "Apalagi kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi terus menurun sejak kuartal III-2012," jelasnya.
Selain itu, Destry memproyeksikan inflasi tanpa kenaikan BBM akan berada di kisaran 5,7 persen. Sedangkan, jika diberlakukan kenaikan BBM, diperkirakan mencapai 8,1-8,5 persen.
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2013 diprakirakan juga akan lebih rendah dari prakiraan sebelumnya, dan berada di tingkat yang tidak jauh berbeda dari tingkat pertumbuhan triwulan I-2013.
BI menilai, konsumsi rumah tangga tumbuh melambat sejalan dengan menurunnya daya beli akibat inflasi bahan makanan, dan meningkatnya ekspektasi inflasi terkait dengan ketidakpastian kebijakan subsidi BBM bersubsidi.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.