JAKARTA - Bank Indonesia (BI) masih mempertahankan suku bunga acuannya di level 5,75 persen. Langkah BI ini diperkirakan karena BI masih menunggu kepastian atas kebijakan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan oleh pemerintah.
"Karena saat ini pemerintah masih tarik ulur mengenai keputusan tersebut," jelas pengamat ekonomi Telisa Felianti saat dihubungi oleh wartawan di Jakarta, Selasa, (14/5/13).
Telisa menilai, jika memang BI rate dinaikkan terkait dengan kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM, justru hal tersebut adalah untuk mengendalikan inflasi.
Selain itu BI mempertahankan suku bunga acuannya tersebut agar pertumbuhan ekonomi kita bisa stabil. "Kenaikan BI Rate kan lebih untuk kendalikan inflasi, nah kalau pertumbuhan. Ekonomi justru akan sedikit terganggu kalau BI Rate itu naik," tutur dia.
Telisa menjelaskan, seandainya pemerintah memang menaikkan harga BBM, maka BI akan menaikkan acuan suku bunganya. Namun, BI disarankan menaikkan BI Rate di level 6 persen saja.
Sebagaimana diketahui, setelah melakukan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI telah putuskan untuk tetap mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen dengan sasaran inflasi yang masih sama dari sebelumnya yakni 4,5 persen plus minus 1 persen.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.