Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Revisi APBN

Proyeksi Ekonomi Indonesia Bakal Dipangkas ke 6,2-6,4%

Fakhri Rezy , Jurnalis-Rabu, 15 Mei 2013 |14:12 WIB
Proyeksi Ekonomi Indonesia Bakal Dipangkas ke 6,2-6,4%
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah akan mengajukan revisi penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dalam APBN-Perubahan, pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam asumsi makro akan diubah menjadi 6,2-6,4 persen.

"Secara realistis kita melakukan koreksi ke pertumbuhan ekonomi dari 6,8 persen menjadi 6,2-6,4 persen," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (15/5/2013).

Hatta mengatakan, penurunan tersebut dilihat dari berbagai macam perubahan-perubahan yang tidak tercapai. Asumsi yang nantinya diubah, antara lain lifting, nilai kurs rupiah, dan kuota.

"Perubahan yang terjadi adalah lifting yang tidak tercapai dan Indonesian Crude Product (ICP) yang meningkat, dari USD100 per barel menjadi USD110-USD108 per barel," ujar Hatta.

Dia menambahkan, untuk kurs rupiah yang awalnya Rp9.300 per USD, akan menjadi Rp9.600 per USD. Hal ini berkaitan dengan kuota BBM yang tidak dapat dipertahankan. "Sehingga kalau dibiarkan akan loncat ke 53 juta kl, Perubahan asumsi ini dilakukan perubahan terhadap APBN-P kita," katanya.

Di kesempatan yang sama, Menteri Bapenas/PPN Armida Alisjahbana mengatakan APBN-P 2013 sudah siap. Tapi ini masih menunggu disetujui. "Growth nya jadi 6,2 persen, sedangkan inflasi 7,03 persen," ujar tukas dia.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement