SOLO – Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo, Arif Nazaruddin menyatakan bahwa prospek pertumbuhan ekonomi di wilayah eks Karesidenan Surakarta pada 2013 diproyeksi sebesar 4,9 persen hingga 5,4 persen.
"Di sisi permintaan, konsumsi rumah tangga diperkirakan masih dominan dalam mendukung kuatnya permintaan domestik," jelas Arif, saat berbicara Kajian Ekonomi Regional eks Karesidenan Surakarta, di Solo, Jawa Tengah, Kamis (16/5/2013).
Dominasi konsumsi rumah tangga dalam menggerakkan perekonomian, menurut Arif, menjadikan perekonomian relating tahan terhadap gejolak eksternal seperti krisis yang terjadi di Eropa.
Tetapi di sisi lain, dominan konsumsi menjadikan perekonomian berisiko cepat panas karena kapasitas produksi terpakai mendekati kapasitas produksi terpasang, sehingga jika terjadi lonjakan permintaan akan terjadi output gap dan kenaikan harga atau inflasi.
Sementara itu, investasi diperkirakan akan semakin berperan ditopang kondisi pasar domestik yang prospektif dan semakin rendahnya bunga bank.
Terlebih di sisi eksternal prospek ekonomi global relating membaik dengan mulai pulihnya pasar Amerika Serikat, meskipun pasar Eropa masih stagnan.
Lebih lanjut Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Solo mengatakan di sisi perkembangan harga, inflasi kota Solo yang merupakan satu-satunya inflasi di wilayah eks karesidenan Surakarta yang digunakan sebagai bobot dalam perhitungan inflasi nasional, pada semester II-2012 tercatat relatif rendah sebesar 2,87 persen, baik secra year to date maupun year on year (yoy).
"Angka inflasi kota Solo lebih rendah dari inflasi Jawa Tengah yang tercatat 4,24 persen yoy, juga nasional sebesar 4,30 persen yoy," jelasnya. (wan)
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.