DKP Duga Ada Praktik Nakal Jual-Beli Ikan di Pantura

Kamis, 16 Mei 2013 12:46 wib | Tri Ispranoto - Okezone

BANDUNG - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jabar menduga adanya kebocoran transaksi jual beli ikan diluar Tempat Pelelangan Ikan (TPI) oleh para nelayan di Pantai Utara Jawa (Pantura).

Kepala DKP Jabar Ahmad Hadadi menuturkan, dugaan tersebut muncul karena adanya praktik jual beli ikan yang dilakukan para nelayan di tengah laut.

"Nelayan memilih menjual di atas kapal ketimbang mengirim ke TPI. Salah satu alasannya, kapal mereka sudah penuh, jadi ikan yang ada dijual ke nelayan lain," jelasnya kepada wartawan, Kamis (16/5/2013).

Hadadi mengatakan, nelayan yang melakukan praktik tersebut rata-rata dalam dua bulan bisa menghasilkan ikan yang melimpah mengingat para nelayan sudah menggunakan kapal jenis 30 Gross Ton (GT).

Menurutnya, DKP belum bisa melakukan pendataan berapa kebocoran atau kerugian akibat ulah nakal para nelayan tersebut. Pasalnya, selama ini aktivitas para nelayan sulit dipantau.

"Mereka berada di tengah laut jadi sulit terpantau. Kerugian buat kita adalah potensi hasil tangkap tang didapat nelayan tidak bisa terdata," ungkapnya.

Selain itu, DKP juga mengklaim kerugian lain akibat praktik nakal ini, maka retribusi yang selama ini berjalan tidak masuk ke kas pemerintah daerah.

Untuk mengurangi praktik tersebut, Hadadi berharap agar pengelola TPI bisa membangun kesadaran terhadap para nelayan. (wan) (wdi)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »