>

Beragam Aksi Korporasi Emiten

|

-

Beragam Aksi Korporasi Emiten
DI pasar modal, sering terdengar aksi korporasi emiten atau corporate action. Aksi korporasi adalah berbagai aktivitas yang dilakukan perusahaan publik (emiten) yang beruhubungan dengan saham emiten maupun aktivitas perusahaan untuk tujuan meningkatkan kinerja di masa depan.

Corporate action sebetulnya berlaku untuk semua perusahaan. Tidak terbatas pada perusahaan publik. Tetapi corporate action yang dilakukan emiten selalu menjadi informasi yang selalu ditunggu investor pasar modal sebab corporate action seringkali merupakan tindakan yang berdampak positif bagi peningkatan kinerja perusahaan.

Peningkatan kinerja emiten tentunya akan menaikkan kinerja saham di bursa. Para investor umumnya akan melakukan pembelian saham-saham yang akan melakukan aksi korporasi saat harga saham masih dinilai rendah. Ketika aksi korporasi sudah terjadi dan harga saham naik, maka investor tentu akan meraup capital gain yang besar pula.

Beberapa macam aksi korporasi yang biasa dilakukan oleh emiten, seperti pemecahan saham (stock split), penggabungan saham (reverse stock), pembagian dividen, divestasi (pelepasan), atau penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) yang lazim disebut dengan rights issue.

Aksi korporasi lain adalah penambahan modal tanpa HMETD (non preemptive rights), penawaran tender (tender offer), merger dan akuisisi, atau pembagian saham bonus.

Namun, tidak semua corporate action berdampak positif pada kinerja keuangan perusahaan seperti misalnya aksi korporasi stock split. Aksi korporasi ini tidak berpengaruh terhadap fundamental perusahaan sebab yang berubah hanya jumlah saham yang beredar.

Stock split dimaksudkan agar perdagangan saham di bursa lebih likuid karena harga saham per lembar menjadi lebih kecil. Harga saham setelah stock split akan turun secara proporsional sesuai perbandingan saat stock split.

Setiap aksi korporasi tidak akan berpengaruh seketika dalam jangka pendek terhadap kinerja perusahaan. Kalaupun ada pengaruhnya, sifatnya jangka panjang. Tidak jarang aksi korporasi justru malah merugikan investor minoritas dan hanya menguntungkan pemegang saham mayoritas emiten yang umumnya sebagai pendiri (founder) dari perusahaan.

Aksi korporasi dengan melepas saham baru melalui Penawaran Umum Terbatas (rights issue) bagi emiten tertentu juga berpotensi merugikan investor. Berdasarkan peraturan yang berlaku, dana hasil penerbitan saham baru diperbolehkan untuk digunakan membayar utang. Namun, bila dilakukan terus-menerus dan semua dananya digunakan untuk membayar utang tidak dibenarkan.

Investor minoritas perlu lebih memahami aksi koporasi apa yang dilakukan perusahaan, dan bagaimana dampaknya terhadap kinerja emiten. Para investor dapat memantau aksi korporasi melalui media massa, atau website PT Bursa Efek Indonesia (BEI) atau mencari informasi di website masing-masing emiten. Analis perusahaan sekuritas yang setiap waktu memantau perkembangan emiten juga bisa menjadi sumber informasi mengenai aksi korporasi emiten. (TIM BEI) (wdi)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Sofyan Djalil: Masyarakat Harus Hengkang dari Waduk Jati Gede