Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga BBM di Kepulauan Sumenep Perlu Perhatian Khusus

Abdul Rahem , Jurnalis-Selasa, 21 Mei 2013 |13:17 WIB
Harga BBM di Kepulauan Sumenep Perlu Perhatian Khusus
Foto: Abdul Rahem
A
A
A

SUMENEP - Keberadaan bahan bakar minyak di sejumlah kepulauan Sumenep, Jawa Timur masih terus langka. Hal tersebut diperparah dengan harga yang melambung dengan kisaran harga Rp6.500 hingga Rp9.000 per liter BBM jenis premium dan solar.

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan premium di seluruh Kepulauan Sumenep masih terjadi. Salah satunya perahu kapal puteri sejati tunggal ini yang hendak mengirim 25 ribu liter BBM jenis premium dan 5.000 BBM jenis solar dari pelabuhan Tiga Kalianget ke pulau sepanjang Kecamatan Sapeken.
 
Buahaira salah seorang pedagang BBM asal pulau sepanjang Kecamatan Sapeken mengatakan, biasanya pengiriman dilakukan empat kali dalam satu bulan dengan satu kali kirim mencapai 30.000 liter. Namun beberapa bulan terakhir hanya mengirim dua kali dalam satu bulan dengan 30.000 liter setiap satu kali kirim.
 
"Di sini biasanya normalnya itu delapan kali perhari, karena adanya kelangkaan yaitu pengiriman dari Pertamina akhirnya kiriman itu dikurangi jadi delapan kali satu minggunya tiga kali." ujar Buhaira kepada wartawan, Selasa (21(5/2013).
 
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep dalam hal ini membenarkan melambungnya harga BBM di Kepulauan Sumenep. Hal tersebut merupakan temuan anggota komisi A DPRD Sumenep asal kepulauan saat reses beberapa hari terakhir.
 
Anggota komisi A DPRD Sumenep Abdul Hamid Ali Munir mengatakan, harga BBM jenis premium di Kepulauan berkisar Rp6.500 hingga Rp9.000 per satu liter. Pihaknya meminta kepada pemerintah daerah Sumenep maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperlakukan secara khusus kabupaten Sumenep. Karena Sumenep memiliki banyak pulau dan membutuhkan pendanaan khusus dibanding kabupaten lain di Jawa Timur.
 
"Macam-macam ada yang Rp9.000, Rp8.000 dan Rp7.000. Itu yang perlu kita tertibkan, pemerintah yang ada di kecamatan dan masyarakat kepulauan untuk ikut memantau untuk kita laporkan dan kita bicarakan, karena Jawa Timur ini yang paling berat itu Sumenep, maka pemerintah provinsi harus memperlakukan khusus kabupaten sumenep. Karena di sini cost-nya sangat mahal ketika kita melihat pulau," kata Abdul Hamid.
 
Menurut Abdul Hamid, naiknya harga BBM di kepulauan tidak ada hubungannya dengan rencana pemerintah pusat untuk menaikkan harga BBM. Harga BBM di kepulauan melambung tinggi karena mahalnya biaya kirim yaitu ongkos kapal perahu pengangkut BBM kesejumlah kepulauan di Sumenep. (wan)

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement