>

Isu Kenaikan BBM Tidak Picu Kenaikan Komoditas Barang

Selasa, 21 Mei 2013 - 13:50 wib | Bramantyo - Okezone

Isu Kenaikan BBM Tidak Picu Kenaikan Komoditas Barang
SOLO – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Solo mengungkapkan, isu kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) ternyata tidak memicu kenaikan harga komoditas barang. Realitas di lapangan menunjukkan bahwa harga-harga barang, terutama harga kebutuhan bahan makanan relatif stabil.

"Dari hasil inspeksi ke sejumlah pasar, harga kebutuhan bahan makanan cenderung stabil, meski ada isu akan terjadi kenaikan harga BBM," jelas Ketua Tim Teknis TPID kota Solo, Joko Pangarso kepada Okezone seusai memimpin inspeksi harga kebutuhan bahan makanan, di Solo, Jawa Tengah, Selasa (22/5/2013).

Joko Pangarso mengatakan, inspeksi yang dilakukan oleh TPID kali ini memang untuk mengantisipasi adanya anggapan masyarakat terkait BBM yang mau naik. Dalam inspeksi ini TPID  melihat dari dekat bagaimana kondisi harga, terutama apakah terjadi kenaikan ataukah tidak. Hal itu dilihat dari aspek distribusi, stok barang, dan sebagainya.

Hasil inspeksi lapangan, menurut Joko Pangarso, umumnya harga kebutuhan bahan makanan relatif stabil. Seperti halnya gula, telur ayam, minyak goreng, daging ayam, daging sapi cenderung stabil. Bahkan harga gula dan telur ayam tidak ada perubahan harga yang berarti selama hampir sebulan ini.

"Kalaupun ada kenaikan, hanya pada beras dan cabe. Beras rata-rata naik sekitar Rp200 per kilogram (kg). Sedang cabe memang terjadi lonjakan harga. Tetapi kenaikan harga kedua komoditas bukan disebabkan oleh adanya isu akan naiknya harga BBM, tetapi memang dari produsen, stok memang sudah mulai menipis," jelasnya.

Joko mengatakan, saat inspeksi tersebut, TPID memang mengimbau para pedagang terutama yang komoditasnya sangat strategis dibutuhkan masyarakat untuk bertahan agar tidak menaikkan harga.

"Bahkan ternyata para pedagang sempat mengungkapkan bahwa kenaikan harga justru tidak menguntungkan bagi pedagang sendiri. Lebih baik harga turun atau stabil. Itu kata pedagang," tukasnya. (wan) (wdi)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Agus Martowardojo Dijagokan Jadi Menko Perekonomian